Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Alat Tes PCR Bermasalah, 40 Swab PDP dan Orang Hasil Tracking Kasus Corona di Maluku Dikirim ke Jakarta

Ilustrasi tes PCR

satumalukuID- Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Klas II Ambon, ditengarai sedang mengalami gangguan teknis. Akibatnya, sebanyak 40 swab milik Pasien Dalam Pegawasan (PDP) dan sejumlah orang dari hasil pelacakan (tracking) kasus Covid-19 Maluku, kembali harus dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) di Jakarta.

Hal ini disampaikan Ketua Pelaksana  Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin malam (4/5/2020).

Menurutnya, kendala yang dihadapi BTKLPP Ambon adalah pada alat tes Covid-19 yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR). Terjadinya gangguan tersebut mengakibatkan penumpukan sampel uji virus corona yang ada.

"40 swab dikirim ke Jakarta. Ini akumulasi dari beberapa minggu kemarin yang tidak bisa swab. Kemarin ada stagnan sedikit, ada masalah di PCR," kata Kasrul.

Terkait persoalan tersebut, Kasrul mengaku saat ini BTKLPP telah berkolaborasi atau bekrjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon.

"Sekarang sudah gabung jurus, BTKL dengan BPOM untuk penanganan covid ini. Sebagian punya BTKL sebagian punya BPOM. Teknisnya mereka lebih tahu," sebutnya.

Kasrul menambahkan, terkait persoalan tersebut, pihaknya belum meminta bantuan dari kementerian kesehatan. Bantuan baru akan diusulkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kepala BTKLPP Klas II Ambon.

"Nanti kita akan bicara dengan kepala BTKL dulu untuk cari solusinya," sebutnya.

Selain itu, masalah lain yang dihadapi BTKLPP Ambon, tambah dia, adalah minimnya tenaga ahli untuk pengambilan swab maupun tenaga analisis. Tenaga ahli hanya ada 5 orang. Sementara analisis sebanyak 4 orang.

"Jadi yang ambil swab 5 orang, yang boleh periksa hanya 4 orang dari 5 orang ini," ujarnya.

Terkait tenaga ahli dari Univeritas Pattimura Ambon yang membantu BTKLPP, kata Kasrul, masih perlu pelatihan lebih lanjut.

"Kita akan koordinasi dengan Labkes Kementerian Kesehatan RI untuk membantu. Apakah itu berupa pengiriman tenaga ahli untuk memberikan pelatihan atau On The Job Training (OJT) agar bisa mengisi kekosongan," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!