Sekilas Info

KASUS PENGANIAYAAN

Diduga Bela Orang Tua, Siswa SMA di Negeri Hulaliu Aniaya Guru yang Mengamuk

ilustrasi penjara

satumalukuID- Siswa kelas I SMA berinisial ZBN, kini diringkus aparat Polsek Pulau Haruku. Dia diduga telah menganiaya ES, seorang guru SD Negeri 2 Hulaliu menggunakan senjata tajam parang.

Kasus penganiayaan terjadi di depan rumahnya, Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (3/5/2020) sekira pukul 22.30 WIT.

Anak 15 tahun itu diduga nekat menganiaya ES, hanya untuk membela DM, ayah kandungnya yang akan ditusuk korban menggunakan pisau. Menebas korban satu kali mengenai tangan kiri, lantas kabur masuk hutan. Dia baru ditangkap polisi di dalam hutan Sehutu, petuanan Negeri Kariuw, Kecamatan Pulau Haruku, Senin (4/5/2020) pukul 11.30 WIT.

“Kami sudah menangkap pelaku pembacokan di dalam hutan tadi siang,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy kepada satumalukuID.

Menurut pelaku, kata Kaisupy, peristiwa itu berawal saat ES mendatangi rumahnya. Lelaki 56 tahun ini menendang dan mendobrak pintu depan rumah pelaku. Mendengar benturan keras pintu rumah, orang tua korban terbangun dan keluar.

Saat membuka pintu, Kaisupy menuturkan, lelaki 40 tahun tersebut melihat ES di depan pintu. Adu mulut kala itu tak bisa dihindari. ES kemudian diduga mengeluarkan pisau dan langsung menusuk DM. Melihat hal itu, pelaku spontan menendang pisau dan merebutnya. Aksi saling merebut pisau menyebabkan ibu jari pelaku menderita luka robek.

“Setelah itu pelaku (ZBN) masuk dalam rumah mangambil parang. Dia langsung membacok korban hingga mengenai bagian telapak tangannya,” ujar Julkisno.

Menurut DM (ayah pelaku), lanjut Julkisno, saat itu ES datang dan langsung menendang pintu rumahnya. Dia mendobrak pintu sambil berteriak "Daniel kaluar ose yang biasa bongkar pagar-pagar to".

Mendengar teriakan itu, DM keluar dan mengaku jika "Beta ni tiap hari di gunung apa lai ada musim durian ini,” papar Julkisno meniru kesaksian DM.

Usai adu mulut, DM kemudian mendorong korban ke luar dari rumahnya sambil kembali terlibat adu mulut. Tiba-tiba DM mendengar pengakuan putranya jika dia sudah terluka.

“Selanjutnya pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah parang dan keluar langsung memotong korban mengenai telapak tangan korban,” katanya.

Pengakuan serupa juga disampaikan saksi DZN (67), yang mengaku kaget setelah mendengar suara teriakan ES emanggil-manggil nama Daniel. Suara ribut-ribut membuat saksi keluar dan melihat orang tua pelaku sedang adu mulut dengan korban.

“Selanjutnya saksi melihat ZBN sudah berdarah dan masuk ke dalam rumah mengambil sebilah parang. Saksi kaget ES sudah terjatuh. Saksi berkata kepada pelaku untuk menghentikan aksinya. Pelaku langsung berjalan masuk ke dalam rumah,” terang Julkisno.

Usai membacok korban, ZBN langsung kabur masuk ke dalam hutan. Dia kemudian berhasil diamankan oleh personel Polsek Pulau Haruku.

“Pelaku mengalami luka robek di jari jempol kaki sebelah kiri dan telah dijahit sebanyak 20 jahitan. 6 jahitan di dalam dan 14 jahitan di luar. Sedangkan korban di rujuk ke rumah sakit RST Ambon,” pungkas Julkisno.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!