Sekilas Info

OPINI

Membangun Karakter Peserta Didik di Tengah Pandemi Covid 19; Menjawab  Kebutuhan Kreatif Positif Berbasis Musik

Foto: satumalukuID/Nicho Tulalessy Amboina Ukulele Kids Community

Membangun karakter bagi generasi bangsa untuk menjawab masalah pendidikan pada abad ke-21 dewasa ini sangat lah penting. Hal ini dapat dilihat dari fenomena-fenomena yang terjadi saat ini, dan tantangan masa depan yang dihadapi semakin kompleks.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merumuskan konsep sekolah pendidikan karakter. Setidaknya, ada lima karakter utama yang ingin ditanamkan pada peserta didik, khusunya jenjang SD dan SMP.

Nilai-nilai tersebut antara lain nasionalisme, integritas, kemandirian, gotong royong, dan religius. Kelima hal tersebut berdasarkan nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GRNM), serta, karakter yang dibutuhkan untuk masa depan generasi emas bangsa Indonesia.

Harus disadari bahwa semua pihak termasuk keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat ikut berperan menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter atau bermoral luhur. Dengan adanya sinergitas tersebut diharapkan akan dapat tercipta Indonesia yang beradab dan berkemajuan.

Wabah covid 19 telah mengganggu kehidupan sehari-hari manusia, yang terjadi selama  beberapa bulan terakhir di Kota Ambon termasuk sektor Pendidikan. Membatasi aktivitas anak di tempat umum dan belajar dari rumah. Aktivitas peserta didik terganggu dalam kegiatan sekolahnya dan tidak terasa telah mengancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.

Penguatan Pendidikan Karakter merupakan salah satu solusi dan upaya, untuk kembali menumbuhkan dan membekali peserta didik agar memiliki bekal karakter baik, keterampilan literasi yang tinggi, dan memiliki kompetensi unggul yaitu mampu berpikir kritis dan analitis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif,  walaupun harus belajar dari rumah.

Kreativitas adalah salah satu keterampilan penting untuk survival di abad 21. Peserta didik perlu belajar dan mengembangkan keterampilan kreativitas sejak dini, baik di keluarga, lingkungan maupun di sekolah. Ada begitu banyak hal yang perlu jadi perhatian selama masa pandemi Covid-19. Jangan melihat hal ini sebagai beban, tetapi melihat hal ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat peserta didik sebagai kreativitas yang perlu dikembangkan.

Terkait bagaimana menumbuhkan kreatifitas peserta didik di tengah masa pandemi Covid-19, untuk mengeluarkan peserta didik dari ketakutan, kecemasan, kepenatan dan kebuntuan akibat kondisi yang sedang melanda dunia termasuk kota Ambon, maka salah satu strategi yang dapat digunakan adalah membentuk karakter peserta didik melalui pengembangan Musik sebagai local wisdom masyarakat Maluku.

Local wisdom sebagai dasar dalam pembentukan karakter peserta didik, artinya musik sebagai bentuk kearifan lokal bisa sebagai dasar untuk mengasah kreatifitas peserta didik.

Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu proses pembudayaan yang memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat. Ini tidak hanya bersifat pemeliharaan, tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran budaya manusia.

Upaya kebudayaan (pendidikan) dapat ditempuh dengan sikap (laku) yang dikenal dengan teori Trikon, yaitu kontinuitas yang berarti garis hidup sekarang harus merupakan lanjutan dari kehidupan pada zaman lampau.

Musik sudah tidak asing dalam kehidupan orang Ambon. Musik dapat memberikan pengaruh begitu besar kepada peserta didik dan menciptakan masyarakat belajar, yang berkualitas dan memiliki pikiran positif serta karakter yang baik.

Manfaat musik ternyata tidak berhenti sampai di situ, namun musik dapat membangun karakter serta pola pikir peserta didik.  Musik mampu membentuk kreatif positif peserta didik, dan mengasah sensitivitasnya serta mengaktifkan bagian otak yang  tidak aktif. Musik sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan peserta didik, serta mengasah kepekaan mereka terhadap suara dan lingkungan. Musik merupakan media yang efektif untuk mempelajari dan menguasai suatu informasi.

Mendengarkan dan memainkan instrumen musik, merupakan bagian dari pola pendidikan peserta didik yang dapat melatih kecerdasan afektif (emosional) yang  seimbang. Dengan memiliki karakter yang baik, maka peserta didik akan mampu menjalin hubungan dengan lingkungan sosialnya, agar perkembangan potensi dirinya juga akan semakin baik.

Pendidikan musik memiliki banyak manfaat dalam perkembangan peserta didik, salah satunya adalah membantu merangsang perkembangan kemampuan otak secara holistik, termasuk kemampuan logika berfikir, kemampuan berbahasa, dan kemampuan menganalisa.

Di masa pandemic Covid 19 ini, musik diharapkan dapat membentuk karakter dari masyarakat di kota Ambon sendiri, dimulai dari peserta didik usia dini. Sebab konsekuensi dari Ambon city of music yang diakui dunia, adalah kegiatan musik harus membudaya kepada masyarakat dan proses itu diawali dengan jalan pendidikan.

Dalam menjawab kebutuhan ini kebijakan Pemerintah kota Ambon memunculkan kurikulum muatan lokal wajib diisi dengan musik. Musik bukan saja sebagai hiburan tetapi memiliki dimensi perdamaian, ekonomi, sosial dan lainnya. Itu yang akan kita dorong.

Sekarang peserta didik sudah terbiasa menyanyi dan bermain musik dari kecil, itu membangun sifat, sikap kebersamaan, universalisme. Musik juga menghilangkan sekat perbedaan suku, agama, ras, antar golongan.

Suling bambu, Tifa, Rebana, Ukulele, Totobuang, dan Hawaiian adalah alat-alat musik yang digunakan sebagai konten dalam kurikulum muatan lokal wajib Pendidikan musik pada Pendidikan dasar SD dan SMP di kota Ambon.

Tujuannya antara lain:

  1. Memperkenalkan berbagai jenis alat musik daerah Maluku kepada peserta didik di Kota Ambon, dan memberdayakan mereka untuk memainkannnya secara kreatif;
  2. Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan musik;
  3. memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai musik, yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat Kota Ambon pada umumnya;
  4. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai atau aturan-aturan yang berlaku, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Maluku dalam rangka menunjang pembangunan nasional; dan
  5. Membuat peserta didik dapat belajar mengenai rasa empati terhadap musik di Kota Ambon. Ketika peserta didik belajar mengenai empati terhadap semua alat musik, ia akan belajar untuk mengembangkan karakter berupa sifat cinta kasih, serta menghilangkan sifat serakah dan egois. Salah satu kegiatan pendidikan musik yang dapat berperan dalam membangun karakter peserta didik adalah melalui bermain musik bersama, dalam bentuk ensemble atau orkestra. Hal ini akan membiasakan peserta didik untuk bekerjasama dengan orang lain, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara positif.

Membangun karakter peserta didik di tengah pendemi Covid 19 untuk menjawab kebutuhan kreatif positif berbasis musik, dibutuhkan dorongan serta dukungan dari orang tua, orang-orang terdekat, serta lingkungan dimana peserta didik lebih banyak meluangkan waktunya yang ternyata dapat berpengaruh pada pembentukkan karakter peserta didik.

Lingkungan sekolah merupakan tempat yang paling lama dalam pembentukkan karakter. Setiap peserta didik memiliki karakter atau kebiasaan yang berbeda-beda. Itu pun menunjukkan bahwa karakter yang baik akan menunjukkan hasil belajar musik yang baik pula.

Hasil belajar musik yang baik akan memberikan gambaran tentang kreativitas kepribadian peserta didik, yang muncul akibat dari intelegensi yang dimiliki peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat mendorong setiap individu untuk berpikir kreatif.

Hal yang mungkin dapat dilakukan dengan cara:

  • Kelilingi diri peserta didik kita dengan inspirasi musik berupa penemuan apa pun: iklan yang luar biasa di majalah, menu yang diatur secara tidak biasa, atau bahkan email yang ditulis dengan baik yang membuat peserta didik menjadi tertarik untuk berkeliaran ke ruang kreatif positif musik. Peserta didik akan mendapatkan dorongan dalam pemikiran kreatif positif tentang musik
  • Berikan motivasi kepada peserta didik. Dorong mereka untuk terus mencoba hal-hal baru dalam dunia musik di kota Ambon.
  • Berikan motivasi kepada peserta didik untuk terbiasa dan mencintai musik. Menyiapkan wadah untuk menampung inspirasi kreatif musik membantu mereka tetap termotivasi dan ingin tahu.
  • Perlu menampung gagasan peserta didik tentang musik yang benar-benar istimewa bagi mereka
  • Perlu tersedia ruang musik secara terjadwal melalui media social yang memberikan kesempatan kepada peserta didik menikmati hal-hal yang alami atau tradisional tentang musik di kota Ambon, yang bertujuan memasukan peserta didik ke suasana kreatif seni musik, pikiran, dan ide-ide dalam rangka membuka pola pikir mereka.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei 2020 ini diharapkan pesertadidik dikota Ambon bisa merasakan pendidikan untuk berprestasi, karena pada hakekatnya setiap anak Indonesia berhak untuk mendapatkan Pendidikan. Momentum Hari Pendidikan Nasional memberikan makna tersendiri yang mendalam terhadap kemajuan Pendidikan Musik dalam mendukung Kota Ambon sebagai kota Musik dunia.

Penulis: Pamella Mercy Papilaya, Dosen FKIP Unpatti Ambon, Tim Kurikulum Muatan Lokal Wajib Pendidikan Musik pada Pendidikan Dasar Kota Ambon

Baca Juga

error: Content is protected !!