Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Larangan Sementara Penggunaan Sarana Transportasi di Maluku Diperpanjang Hingga 15 Mei 2020

Foto: satumalukuID/Embong Salampessy Bandar Udara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Maluku.

satumalukuID- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, kembali memperpanjang Pembatasan Pergerakan Orang dan Moda Transportasi (PPOMT) di Pulau Ambon, hingga 15 Mei 2020 mendatang.

Ini berdasarkan surat pemberitahuan perpanjangan PPOMT Nomor: 113/GT-PROMAL/1V/2020, yang ditandatangani Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kasrul Selang, yang ditujukan kepada masyarakat pelaku perjalanan pengguna jasa angkutan udara, Kapał Pełni, Kapał Perintis, Kapał Cepat, Kapal Pelayaran Rakyat/Lokal, dan Kapał Penyeberangan (Fery) serta Angkutan Antar Kota Dałam Provinsi (AKDP).

Surat tersebut didasari salah satunya oleh Peraturan Gubernur Maluku Nomor 15 Tahun 2020 tentang PPOMT dałam Penanganan Covid-19 di Pulau Ambon dan Keputusan Gubernur Maluku Nomor 180 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku.

Dengan landasan tersebut, terhitung 1 Mei 2020, dengan melihat peningkatan jumlah penyandang status positif Covid-19 di Provinsi Maluku, maka Pemerintah Provinsi Maluku memperpanjang waktu larangan sementara penggunaan sarana transportasi di Provinsi Maluku hingga tanggal 15 Mei 2020.

Selain itu, juga larangan sementara penggunaan transportasi dengan cara penutupan infrastruktur transportasi di Kota Ambon sebagai pintu gerbang masuknya pelaku perjalanan ke Provinsi Maluku.

Gerbang masuk tersebut antara lain, Bandara Pattimura, Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Slamet Riyadi, Pelabuhan Siwabessy, Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Rakyat Enriqo, Pelabuhan Tohoku, Pelabuhan Hitu, Pelabuhan Penyeberangan Galala, dan Pelabuhan Penyeberangan Waai.

Begitu juga untuk Pelabuhan Penyeberangan Hunimua, namun larangan dikhususkan bagi penumpang atau orang, dan tidak diberlaku bagi angkutan barang atau logistik.

Masyarakat juga diwajibkan mematuhi peraturan tentang pembatasan jarak (social distancing), tetap di rumah (keluar rumah hanya untuk melakukan hal-hal yang sangat penting dan mendesak), dan wajib menggunakan masker saat keluar rumah.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!