Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Kasus Pembobolan Dana BNI Ambon, Direktur Krimsus: Kita Lihat Perkembangan

satumalukuID/Ian Toisuta Kantor BNI Cabang Ambon di Jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

satumalukuID- Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku, hingga saat ini belum menghentikan proses penyelidikan dan penyidikan kasus pembobolan dana nasabah BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon.

Kendati hingga kini kasus tersebut telah menjaring 8 orang tersangka, bukan berarti perkara korupsi di bank pelat merah itu berhenti. Kemungkinan ada tersangka tambahan, tergantung hasil perkembangan persidangan.

"Kita lihat perkembangannya, termasuk hasil persidangan," kata Direktur Krimsus Polda Maluku Kombes Pol. Eko Santoso, Rabu (29/4/2020).

Mengenai pernyataan Hamdani Laturua, penasehat hukum tersangka Tata Ibrahim, yang meminta polisi jangan tebang pilih menetapkan tersangka dalam kasus itu, tambah Santoso, juga akan dilihat perkembangannya.

Pejabat divisi humas BNI Makassar ini mengaku tidak bersalah. Dia hanya investor dan bahkan turut menjadi korban dari Farradhiba Yusuf.

Tata merasa ada ketidakadilan. Sebab, dia investor dan menjadi korban justru dijadikan tersangka. Sementara Irma Azis yang lebih duluan berbisnis dengan Fara, tidak diproses hukum.

"Untuk tersangka Tata masih belum maju sidang, kita juga harus mempedomani hasil audit BPK," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!