Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Terkait Permintaan Status PSBB, Pemkot Ambon Diminta Terlebih Dahulu Pastikan Stok Bahan Pangan

Foto: satumalukuID/Tiara Salampessy Salah satu sudut Kota Ambon.

satumalukuID - Akademisi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Febby J. Polnaya mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk memastikan pasokan pangan di daerah ini, terkait permintaan menjadikan Ibukota Provinsi Maluku ini berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepada satumalukuID, Selasa (28/4/2020), pengajar pada jurusan Teknologi Hasil Pertanian Faperta Unpatti ini mengungkapkan, sampai hari ini stok bahan pangan di Kota Ambon, lebih banyak bergantung dari luar seperti Makassar, Manado dan Surabaya.

Dia katakan, jika sejak jauh-jauh hari Pemkot Ambon sudah mengarahkan untuk desa-desa atau kampung-kampung di daerah mulai menanam pangan lokal, seperti singkong dan segala macamnya, mungkin tidak terlalu khawatir dan tidak terlalu bermasalah jika tiba-tiba diberlakukan PSBB.

"Namun kalau mereka tinggal berlarut-larut dan bergantung pada beras, maka pada satu saat beras tidak masuk Ambon bisa bahaya," tandasnya.

Menurut dia, harusnya memang seperti itu, diarahkan menanam pangan lokal. Artinya singkong dalam umur 3 bulan sudah bisa panen. "Tapi sudah harus mulai ditanam dari sekarang. Karena kita tidak tahu wabah Covid 19 ini sampai bulan apa?" imbuhnya.

Katakanlah masih sampai empat bulan ke depan, lanjut Febby, kemudian tidak ada pasokan bahan pangan maka akan sulit.

"Makanya memang harus diarahkan, kalau boleh untuk orang-orang yang tinggal di daerah pegunungan di Kota Ambon, sudah harus dari sekarang dilakukan, menanam apapun di lahan yang ada," imbaunya.

Menurut dia, untuk saat ini memang mungkin masih ada pasokan, tapi untuk tiga bulan kedepan kita tidak tahu seperti apa nantinya.

"Pada beberapa pelatihan yang kami berikan di bagian gunung seperti di Talaga Kodok. Mereka lebih banyak menanam umbi-umbian. Itu pun semua subsistens, atau untuk keperluan makan sendiri. Tidak dijual. Jadi untuk warga di kampung mereka yang masih memiliki kebun masih aman. Kalau seperti pegawai negeri yang tidak memiliki apa-apa, lalu terputus bahan pangan masuk Ambon, maka itu bisa menjadi masalah besar," bebernya.

Untuk itu Febby meminta, Pemkot Ambon harus melihat secara baik-baik, jangan sampai bahan pangan terputus.

"Tapi semoga, kalau akhirnya PSBB ini berlaku, aliran pangan tidak terhenti, karena untuk cargo kelihatannya masih akan tetap jalan," pungkasnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!