Sekilas Info

KASUS BNI AMBON

Kasus BNI Ambon, Tersangka Tata Ibrahim Buka Suara, PH: Jangan Tebang Pilih

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta  Penasehat Hukum Tata Ibrahim (tersangka kasus BNI Ambon), Hamdani Laturua.

satumalukuID- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, diminta untuk tidak tebang pilih menetapkan tersangka dalam kasus pembobolan dana nasabah BNI Kantor Cabang Utama Ambon.

Dugaan adanya ketidakadilan itu dirasakan Tata Ibrahim, salah satu pejabat BNI di Makassar yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bank pelat merah tersebut.

Melalui penasehat hukum (PH)-nya, Hamdani Laturua, Tata Ibrahim mengaku dirinya tidak bersalah dalam kasus tersebut. Bahkan, dia sebagai salah satu investor pada investasi cengkih yang ditawarkan tersangka utama Faradhiba Yusuf alias Fara, justru dirugikan. Fara belum mengembalikan uangnya atau modal investasi sebesar Rp. 18.271.000.000.

Menurutnya,  jumlah  besaran uang  atau  Investasi modal dari Tata Ibrahim selama 1 tahun dalam usaha bisnis jual beli Cengkeh dengan Fara adalah sebesar  Rp. 94.680.000.000.

Dari total uang atau modal  investasi tersebut, Fara baru mengembalikan uang atau modal Tata Ibrahim sebesar  Rp 76.409.000.000.

"Total pengembalian uang atau modal dari Fara masih terdapat selisih atau utang Rp  18.271.000.000," sebutnya.

Dilihat dari akumulasi dana yang dikirim Tata Ibrahim  ke  Fara, kata Hamdani, jauh lebih besar dibanding dengan akumulasi  pengembalian dari Fara kepada kliennya tersebut.

"Semua uang modal yang digunakan Tata yang ditransfer atas permintaan Fara tidak menggunakan dana BNI, baik Makassar ataupun Ambon. Tapi melainkan bersumber dari uang pribadi Tata dan patungan beberapa temannya di Makassar," jelasnya.

Dari fakta materiil hukum tersebut,  Hamdani mengaku, justru kliennya adalah korban. Namun ironisnya, dia malah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami menduga ada atensi khusus untuk Klien kami ditetapkan sebagai tersangka, sebab ada orang lain yang bersama-sama  melakukan investasi, atau mengirim modal ke Faradiba, akan tetapi dia tidak ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga kami minta polisi jangan tebang pilih,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!