Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Lagi 2 Warga Ambon Positif Covid 19, Gara-gara Pelaku Perjalanan Tidak Karantina Mandiri

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Ketua Harian Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, yang juga adalah Sekretaris daerah Maluku Kasrul Selang.

satumalukuID- Data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, kembali bertambah. Kasus terkonfirmasi positif Corona naik menjadi 22 pasien. Tambahan dua pasien baru baru ini, gara-gara tertular dari pasien kasus 15.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengaku sedih dengan dua kasus baru yang dinamai pasien 21 dan pasien 22. Keduanya terkonfirmasi setelah hasil pelacakan (tracking) dari pasien kasus 15, warga Kota Ambon berinisial HB.

"Beta bicara begini beta sedih. Pelaku perjalanan tidak mengindahkan semua protokol. Tidak isolasi mandiri dan seterusnya. Kemudian melakukan ibadah di satu rumah ibadah pada satu tempat dan menularkan, membuat beberapa orang di situ terjangkit virusnya. Ini kan sangat disayangkan,” kata Kasrul di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (27/4/2020).

Kasrul menyebutkan, pasien 21 dan 22 ini terpapar Covid-19 diduga akibat kelalaian dari pasien 15. Dia kala itu pulang dari daerah zona merah, namun tidak melakukan karantina mandiri.

"Kita bayangkan kalau dari tempat ibadah dia ke pasar, ke mana-mana begitu maka ini akan berdampak sangat besar tentunya,” tutur Kasrul khawatir.

Olehnya itu, Kasrul yang juga adalah Sekretaris Daerah Provinsi Maluku ini, meminta doa dari semua masyarakat agar tidak banyak warga yang terinfeksi covid-19 tersebut.

DIa juga menghimbau semua pihak untuk melakukan isolasi, menaati apa yang dianjurkan pemerintah baik dari RT hingga Gubernur. Tujuannya agar mata rantai wabah tersebut bisa terputus.

"Kalau tidak dipatuhi, maka nanti seperti yang kita alami ini, datang dari zona merah, tidak melakukan isolasi 14 hari, sudah ke sana-sini. Apalagi tempat ibadah," sesalnya.

Pasien 15, lanjut dia, berbeda dengan kasus 02. Kasus 02 transmisi lokal atau penyebaran virus terjadi di dalam rumah atau pada kluster kedua. Sedangkan pasien 15, penularannya sudah mencapai klaster ketiga yakni orang-orang di luar rumahnya.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir, dan tidak terjadi hal-hal seperti ini," harapnya.

Pasien 21, lanjut dia, kini dirawat di Rumah Sakit Tentara (RST) dr. J. A. Latumeten, Kota Ambon dan pasien 22 masih menunggu keputusan tim medis untuk lokasi perawatan.

“Kemungkinan akan dirawat di Diklat BPSDM Maluku di Wailela, karena ini masih baru, tapi tergantung tim medis. Kalau tanpa gejala kita taruh di diklat, tapi kalau ada gejala berarti dirumah sakit," pungkasnya.

Selain itu, untuk 3 pasien yang diumumkan Sabtu (25/4/2020), yakni pasien 18 atau pelaku perjalanan dari Bau-Bau, Sulawessi Tenggara, dirawat RST Ambon. Sementara 2 ABK KM. Dobonsolo yakni pasien 19 dan 20 dirawat di Diklat BPSDM Maluku.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!