Sekilas Info

Belasan Aktivis dan Simpatisan yang Ditangkap pada HUT RMS, Disangkakan Pasal Makar dan Menghasut

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

satumalukuID- Sekira 19 aktivis atau simpatisan Front Kedaulatan Maluku (FKM)/Republik Maluku Selkatan (RMS) yang ditangkap pada Sabtu (25/4/2020), disangkakan melanggar Pasal 106 KUHP dan 110 KUHP tentang Makar dan Pasal 160 KUHP tentang Menghasut.

Belasan simpatisan organisasi terlarang ini, ditangkap tepat HUT FKM/RMS yang diklaim berusia 70 tahun, bertepatan pada Sabtu (25/4/2020).

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, dalam keterangan persnya, yang diterima satumalukuID, Minggu (26/4/2020) mengungkapkan, untuk tiga petinggi RMS yang diamankan dalam Markas Polda Maluku, ditambahkan Pasal 160 KUHP tentang menghasut. Sementara para aktivis lainnya yang dibekuk aparat dari Polresta maupun Polres dikenakan Pasal 106 KUHP dan 110 KUHP tentang Makar.

Tiga petinggi FKM/RMS adalah Simon Viktor Taihittu (56), juru bicara RMS, warga Batu gajah atau Tanggerang Selatan, Banten. Kemudian Abner Litamahuputty alias Apet (44), Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air FKM/RMS, warga Lorong Rumah Tingkat, Kudamati dan Johanis Pattiasina, sekertaris Perwakilan Tanah Air FKM/RMS. Pria 52 tahun ini merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kantor Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku.

Berikut awal mula dan kronologis penangkapan tiga petinggi FKM/RMS tersebut yaitu pada Sabtu (25 /4/2020) pukul 15.45 WIT, mereka memasuki halaman Polda Maluku dengan membentangkan bendera RMS. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk memenuhi panggilan Ditreskrimum . Ini sehubungan dengan kasus pembuatan video ajakan untuk mengibarkan bendera RMS.

"Ajakan itu mereka upload ke youtube pada tanggal 18 April 2020. Dan mereka menyerahkan diri dan menyatakan bertanggung jawab terhadap pengibaran bendera RMS yang dilakukan oleh simpatisan RMS saat HUT RMS tanggal 25 April 2020," ungkapnya.

Ohoirat menjelaskan, aktifitas mereka berawal sejak 17 April 2020. Johanis Pattiasina memboking kamar nomor 212 Hotel Beta. Mereka kemudian melaksanakan perekaman. Simon Victor mengajak masyarakat Maluku mengibarkan bendera RMS.

"Tanggal 18 April 2020 mereka mengunggah di Youtube (ada bukti) tentang ajakan dan siap mempertanggung jawabkan bila ada simpatisan yang ditangkap. Atas unggahan tersebut Polda Maluku melakukan penyelidikan," jelasnya.

Pada 20 April 2020, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) melakukan klarifikasi terhadap Semy Taihitu (56). Sebab, wajahnya mirip dalam video himbauan atau ajakan tersebut.

"Ternyata yang bersangkutan adalah saudara kembar dari Simon Viktor Tahittu," terangnya.

Esok harinya, lanjut Ohoirat, Empi Hendrik Nahumuri (28), seorang simpatisan lainnya memposting video tersebut ke Facebook sambil membentangkan bendera RMS. Dia juga dilakukan klarifikasi oleh Reskrimum Polda Maluku.

"Tanggal 21 April 2020 sebanyak 21 orang Simpatisan RMS yang berada di Desa Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah, menyerahkan
Bendera RMS-Benang Raja dan mengakui NKRI serta meninggalkan RMS," katanya.

Setelah itu, pada 23 April 2020, penyidik kembali membuat undangan klarifikasi kepada 11 orang yang diduga mendukung gerakan RMS, termasuk ke tiga orang yang ditangkap di Polda dan mengakui sebagai pimpinan RMS tersebut.

"Tanggal 23 sampai 27 April Polda melaksanakan operasi Mandiri Kewilayahan dengan Sandi Ops Merah Putih Siwalima 2020, tiga Polres yang terlibat yaitu Ambon, Maluku Tengah dan SBB, serta didukung oleh rekan TNI di masing-masing Kodim dan Koramil di wilayah. Sedangkan operasi dipimpin oleh Dirpamobvit, sebagai Kasatgasda Polda Maluku," jelasnya.

Ohoirat mengaku, tepat di HUT RMS tersebut, Polresta Pulau Ambon menangkap sekitar 8 orang simpatisan. Mereka mengibarkan bendera di Dusun Siwang Desa Urimesing Kecamatan Nusaniwe dan di Pulau Haruku.

"Polres Seram Bagian Barat menangkap 1 orang dan Polres Maluku Tengah menangkap 7 orang," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!