Sekilas Info

Delapan Simpatisan Republik Maluku Selatan Ditangkap, Mengaku Nekat Karena Akan Dibayar

Foto: satumalukuID/Humas Polda Maluku Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Rum Ohoirat.

satumalukuID- Sedikitnya delapan (8) orang simpatisan Front Kedaulatan Maluku (FKM)/Republik Maluku Selatan (RMS), ditangkap aparat Polda Maluku dan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Sabtu (25/4/2020).

Delapan simpatisan organisasi makar ini ditangkap di sejumlah wilayah berbeda di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Tiga diantaranya diciduk di dalam markas Polda Maluku, Kota Ambon. Mereka nekat masuk sambil membentangkan bendera dan meneriakkan kata "Mena Muria".

Tiga simpatisan yang mengaku sebagai pimpinan RMS ini berjalan kaki dari arah Jembatan Skip yang tidak jauh dari Markas Polda (Mapolda) Maluku.

Mereka masuk halaman Mapolda Maluku membawa sebuah bendera RMS berwarna merah, putih, hijau dan biru. Tak pelak, mereka langsung dihadang di dalam dan langsung diamankan.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. M. Roem Ohoirat mengatakan, mereka yang ditangkap adalah Simon Viktor Taihitu (56), warga Batu Gajah; Abner Litamahuputty (44), wakil Ketua FKM-RMS, warga Kudamati; dan Jannes Pattiasina (51), warga Kayu Tiga, Kota Ambon.

"Barang yang diamankan 1 buah bendera RMS berukuran 1 x 2,5 Meter, 1 buah masker penutup mulut bergambar bendera RMS dan 1 buah HP merek Nokia," kata Roem.

Ketiganya saat ini, lanjut juru bicara Polda Maluku ini diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

"Dari hasil interogasi ketiganya mengakui bahwa mereka saat ini adalah Pimpinan FKM RMS, sebelumnya mereka membuat Video beberapa hari lalu untuk mengajak masyarakat pasang bendera RMS," tambah Ohoirat.

Tiga orang yang mengaku pimpinan RMS itu nekat membentangkan bendera setelah mendengar beberapa anak buahnya ditangkap oleh aparat.

"Sebagai wujud tanggung jawab mereka kepada warga yang ditangkap, ketiganya datang ke Polda untuk menyerahkan diri," sebutnya.

Para kelompok separatis ini mengaku mereka nekat menaikan bendera agar dapat diliput media. Hasil peliputan tersebut adalah mereka dibayar. Tapi siapa yang membayar hingga kini belum diketahui.

"Dari hasil interogasi terhadap ke 5 orang tersebut bahwa mereka sengaja menaikan bendera tersebut dengan tujuan mendapat peliputan media dan akan dibayar. Selain 5 orang yang ditangkap. 3 sore tadi datang ke Polda menyerahkan diri sambil bawa bendera. Jadi jumlah 8 orang (yang ditangkap)," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!