Sekilas Info

DAMPAK PANDEMI COVID 19

Banyak Pekerja Swasta di Maluku Dirumahkan, Menteri Tenaga Kerja Sebut 2 Juta Pekerja Kena PHK

ANTARA/ Daniel Leonard Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Maluku, Yehezkel Haurisa saat bertemu Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar di Ambon, Kamis (23/4/2020).

satumalukuID - Salah satu dampak dari pandemi Covid 19 yang sedang melanda dunia saat ini, adalah dirumahkan dan diberhentikannya banyak pekerja.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Maluku, Yehezkel Haurisa mengatakan di Provinsi Maluku banyak pekerja kini jadi pengangguran akibat dirumahkan atau di-PHK.

"Mereka ini terkena dampak penyeberan wabah COVID-19 sehingga terpaksa kehilangan pekerjaan akibat diberhentikan," kata Haurisa di Ambon, Kamis, saat melakukan silaturahmi dengan Kapolda Maluku, Irjen Pol Baharudin Djafar, Kamis (23/4/2020).

Yang membuatnya prihatin, tenaga kerja yang dirumahkan atau PHK itu tidak mendapatkan hak-hak mereka.

Kapolda Maluku dalam pertemuan ini menyampaikan apresiasi atas langkah yang sudah diambil KSBSI seperti berdialog dengan pemerintah daerah terkait nasib buruh di Maluku akibat COVID-19.

"Saya berharap rekan-rekan di KSBSI agar melihat situasi sekarang yang lagi sama-sama kita melawan penyebaran virus corona," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Kemenaker RI per 20 April 2020, terdapat 2.084.593 pekerja dari 116.370 perusahaan dirumahkan dan kena PHK akibat terimbas pandemi corona ini.

Adapun rinciannya, sektor formal 1.304.777 pekerja dirumahkan dari 43.690 perusahaan. Sementara yang terkena PHK mencapai 241.431 orang dari 41.236 perusahaan.

"Sektor informal juga terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja yang terdampak dari 31.444 perusahaan atau UMKM," ujar Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah dalam siaran pers, Kamis (23/4/2020).

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!