Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Sekot Ambon Minta Pembatasan Warga dengan Maluku Tengah Dibicarakan Tuntas

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Warga tampak diperiksa di Posko Pemeriksaan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon, Selasa (21/4/2020). 

satumalukuID - Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustaf. Latuheru meminta agar ada pembicaraan secara tuntas, terkait pembatasan arus perjalanan warga antara Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di level masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Anthony saat rapat evaluasi sepekan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di Provinsi Maluku, yang dipimpin Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, di Sekretariat Gustu Provinsi, lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (23/4/2020).

"Kita perlu bicarakan lagi tentang perbatasan Kota Ambon dan Malteng. Kami minta agar diatur dengan Malteng. Kita mungkin faham, tapi di level bawah (masyarakat, red), bisa saja terjadi benturan sehingga perlu diantisipasi," tandas Latuheru.

Apa yang disampaikan Anthony tersebut, lantaran adanya kejadian dimana masyarakat di Malteng tidak mau ada orang di luar Malteng yang masuk ke daerah mereka.

Menanggapi pernyayataan itu, Kasrul berjanji akan membicarakannya dengan Pemerintah Kabupaten Malteng. "Kita akan bicarakan dengan Bupati," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, terkait Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di Provinsi Maluku, maka Tim Gustu membangun Pos Pengamanan, sebagai fungsi pengawasan protokol pencegahan Covid-19, yang berada pada daerah perbatasan antara Kota Ambon dan Malteng.

"Tujuan pembatasan atau penutupan moda transportasi laut (khusus penumpang) antara lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dan memberikan jedah waktu untuk penyelidikan epidemiologi dan pelaksanaan surveilans," terang Kasrul yang juda adalah Sekretaris daerah Maluku itu.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!