Sekilas Info

Jelang Ramadan Anggota DPRD Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Tual dan Buru 

satumalukuID/freepik.com Ilustrasi beras.

satumalukuID- Jelang awal bulan suci ramadan, berbagai pihak tergerak untuk mengulurkan tangan membantu sesama, terutama warga terdampak pandemi Covid-19.

Kepedulian tersebut misalnya seperti yang ditunjukkan anggota DPRD Kota Tual Aisyah Renhoat, serta anggota DPRD Kabupaten Buru, Irfan Papalia.

Aisyah Renhoat membagikan sebanyak 5 ton beras, dalam bentuk 800 paket beras dan 150 karton air mineral, kepada masyarakat di Kota Tual yang terdampak covid-19, Kamis (23/4/2020)

Paket bantuan tersebut selain dibagikan kepada masyarakat, juga turut dibagikan ke beberapa masjid di Kota Tual.

"Alhamdulillah bisa berbagi menjelang ramadan kepada warga yang membutuhkan, terutama konstituen yang ada di daerah pemilihan (dapil) 2 Kota Tual. Termasuk kepada warga Kota Tual lainnya," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dia berharap semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga, dari dampak bencana pendemi Covid 19 yang meresahkan saat ini.

Sebelumnya, Aisyah juga telah membagikan 2.500 buah masker kain kepada warga, 200 paket sembako,100 botol hand sanitizer, tiket ferry gratis dan nasi kotak kepada warga Kota Tual dengan tujuan memutus mata rantai Penyebaran covid 19.

Dalam aksinya, Aisyah juga menghimbau kepada masyarakat agar berdiam diri di dumah (social distancing), juga wajib memakai masker saat kelur rumah, guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Buru Irfan Papalia, membagikan puluhan paket sembako untuk warga terdampak covid-19, di Kota Namlea, Kamis (23/04/2020), yang dia khususkan untuk warga lanjut usia (lansia).

Pembagian paket yang berlangsung di Desa Waeura Kecamatan Waplau ini diakui Irfan sebagai bentuk cinta kepada warganya.

"Ini sebagai bentuk cinta kepada warga Waeura, dan ini sudah menjadi tanggung jawab saya selaku anak negeri. Apalagi menjelang ramadan, saya sudah berniat untuk bisa berbagi dengan mereka," tuturnya.

Sedangkan menyinggung terkait dengan Bantuan Sosial (Bansos) untuk keluarga miskin terdampak Covid-19 dari pemerintah, Irfan mendesak Pemerintah Kabupaten Buru agar memperhatikan data sehingga bantuan tidak salah sasaran.
"Sebagai besar dari mereka (Lansia terdampak) tidak dapat bantuan tersebut. Jadi Dinas Sosial harus evaluasi dengan teliti data penerima termasuk di Desa Waeura," ujarnya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!