Sekilas Info

HARGA GULA PASIR

Harga Eceran Tertinggi untuk Gula Rugikan Pedagang di Maluku, Wakil Ketua DPD: Saya Tidak Percaya

Wakil Ketua DPD RI asal Maluku Nono Sampono

satumalukuID - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano, mengaku pedagang di daerah ini dirugikan dengan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula pasir sebesar Rp.12.500 per kilogram.

"Pedagang selalu begitu. Kalau misalnya Kepala Dinas Perindag menyatakan begitu, saya perlu cek lagi. Karena pemerintah (pusat) pasti tahu," kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Nono Sampono, saat dimintai tanggapannya oleh satumalukuID, Rabu (22/4/2020).

Bahwa terjadi perbedaan antara Jawa dan Maluku, anggota komite I DPD RI ini tidak mengelaknya. Perbedaan ada pada sisi transportasi atau angkutan. Namun jika menyebutkan pedagang dirugikan, Nono tidak percaya.

"Bahwa terjadi perbedaan antara Jawa dan Maluku, yes. Karena masalah transportasi, angkutan pasti ada di situ, ada muatan tidak mungkin sama persis. Tetapi kalau dikatakan pedagang rugi di sini, saya tidak percaya. Karena penentuan harga regionalnya itu sudah pasti ada kajiannya," tuturnya.

Senator asal Maluku ini mengaku, jika pedagang dirugikan, dia meyakini bahwa pedagang tersebut membeli dari tangan ke tangan, alias tengkulak.

"Pasti dia beli dari tangan ke tangan (kalau betul pedagang rugi). Dia beli dari tengkulak, ada penumpukan, dia mengambil suasana darurat ini (Covid-19) untuk berani ambil. Ternyata ada tekanan dari pemerintah harus sekian," sebutnya.

Menurutnya, kewajiban pemerintah adalah mengamankan dan membela masyarakat. Itu dilakukan agar jangan sampai masyarakat dirugikan. Apalagi jika terjadi penumpukan atau disimpan.

"(Atau) dia sengaja biking orang beli paling sering itu lewat online. (Sistem online) ini bukan murah tapi mahal. Misalnya masker, dan alat-alat yang berhubungan dengan Covid-19, mahalnya setengah mati. Tapi karena orang pikir kebutuhan (mereka tetap beli)," katanya.

Senator dua periode ini mengaku setelah ini pihaknya akan melihat ke arah sana terkait jalur perdagangan online. Sebab kadang-kadang juga merugikan masyarakat.

"Nanti kita lihat ke sana arus perdagangan dengan online ini kadang kadang merugikan masyarakat, sini tidak ada, situ tidak ada, sini ada. Padahal sudah terjadi kongkalikong. Masyarakat juga ingin menumpuk di rumah paling tidak satu bulan dia punya jatah biar terpenuhi," jelasnya.

Jenderal Bintang Tiga Purnawirawan TNI AL (Marinir) ini berharap kepada pemerintah, aparat kepolisian dan kejaksaan dapat mengatasi permasalahan yang merugikan masyarakat tersebut.

"Data ini akan saya catat betul. Apalagi sebentar nanti akan masuk bulan puasa dan kemudian Idul Fitri. Saya kira di situ arahnya. Tapi kalau benar yang tadi itu (pedagang rugi dengan HET Rp 12.500) saya akan cek betul. Karena bagaimana pun mereka juga pedagang kita. Dan kita juga harus obyektif melihat persoalan ini," terangnya.

Mengenai kekosongan gula, Nono mengaku kemarin dirinya memantau gudang Bulog. Sebab, permasalahan itu bukan saja dihadapi Maluku tapi secara nasional.

"Bulog memang gula tidak ada. Tadi di gudang saya lihat kosong. Kalau beras cukup. Ini persoalan nasional," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!