Sekilas Info

Antisipasi Kegiatan Makar RMS, 200 Personel Polri Dikerahkan ke Pulau Haruku dan Saparua

satumalukuID- Sebanyak 200 personel Kepolisian Resort (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah dikerahkan ke Pulau Haruku dan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.

Mereka dikerahkan, untuk mencegah terjadinya berbagai gerakan makar dari simpatisan Front Kedaulatan Maluku (FKM) Republik Maluku Selatan (RMS).

Untuk diketahui, setiap tanggal 25 April yang diklaim sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) FKM-RMS, kerap ditemukan pengibaran bendera RMS, baik di pohon, atau depan rumah warga oleh simpatisannya.

"Kita sudah kerahkan 200 personel tadi. Nanti akan ditambah oleh Polda Maluku dan rekan-rekan dari TNI," kata Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, Rabu (22/4/2020).

Ratusan personel dikerahkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di sejumlah wilayah tertentu. Seperti di Pulau Haruku dan Saparua.

"Polda sudah tindak beberapa pelaku. Nah, ketika kedapatan nantinya, yang pasti akan ditindak secara tegas," sebutnya.

Simatupang meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing.

"Tidak ada bendera yang naik, dan tidak ikut dalam tindakan separatis," tegas mantan Kapolres Pulau Buru ini.

Terpisah, pada sore tadi sekira pukul 15.00 WIT, sejumlah warga Negeri Hulaliu, Kecamatan Pulau Haruku, kembali mendeklarasikan penolakan semua bentuk kegiatan FKM-RMS.

Deklarasi dilakukan Pemerintah bersama Staf, Tokoh Adat serta 3 orang eks simpatisan RMS di Negeri Hulaliu. Kegiatan itu disaksikan Wakapolresta Pulau Ambon AKBP. Agustinus Christmas Tri Suryanto. Dia didampingi Kapolsek Haruku IPTU Karimudin dan Raja Negeri Hulaliu Delfianus Siahaya.

"Saya mengajak kita semua untuk sama-sama menegakkan dan mengibarkan bendera merah putih," ajak Wakapolresta Pulau Ambon, Agustinus.

"Saat ini kita berbicara tentang nasionalisme dan tidak lagi berbicara tentang separatisme," tambahnya.

Usai memberikan arahan, orang dua Polresta Pulau Ambon ini kemudian memberikan bendera merah putih agar dapat dibagi kepada warga untuk dikibarkan di dalam Negeri Hulaliu.

Sehari sebelumnya, 13 mantan simpatisan RMS mengaku jika yang dilakukan selama ini adalah sebuah kesalahan. Belasan mantan RMS ini berasal dari 7 di Desa Hulaliu, 5 Desa Alang, Maluku Tengah dan 1 warga Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!