Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Pemda Maluku Perluas Jumlah Keluarga Penerima Manfaat di Tengah Wabah Covid

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning.

satumalukuID- Di tengah mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku memperluas jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi sebanyak 73.006 keluarga.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning mengungkapkan penambahan terjadi di setiap Kabupaten/Kota.

"Data yang sudah kita terima, untuk masing-masing kabupaten/kota berjumlah 73.006 KPM," kata Sartono kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (21/4/2020).

Dia mengaku, apakah perluasan tambahan puluhan ribu KPM ini akan masuk Program Keluarga Harapan (PKH), sembako atau lainnya tergantung data lengkap dari Kabupaten/Kota.

"Jadi perluasan ini bergantung dari teman-teman kabupaten mengirimkan data itu. Kenapa? Karena data itu melalui sistem yang sudah terbangun di kabupaten/kota yang bernama sistem informasi next generation dengan pendekatan NIK dengan tujuan agar program reguler pemerintah ini tepat sasaran," ungkapnya.

Sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 tentang dukungan daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan Desa untuk melakukan penanganan dampak covid dengan dana APBD, Sartono mengaku Gubernur sudah menyurati Bupati/Walikota untuk mengambil sejumlah langkah penanganan. Salah satunya mengenai pemberian bantuan sosial seperti sembako.

Dia mengatakan, terkait kebijakan itu, ada hal yang harus terpenuhi oleh Kabupaten/Kota. Sebab kebijakan itu ada tanggung jawab Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota yaitu 20 persen dan 80 persen.

Yang terpenting, lanjut dia, adalah data harus dipersiapkan Kabupaten/Kota, karena mereka lebih tahu masyarakatnya, wilayahnya dan masalah yang terjadi.

"Kita sementara menunggu kiriman data (dari kabupaten/kota) untuk kita penuhi kewajiban kita yang 20 persen," sebutnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!