Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Masuk Kota Ambon Kendaraan Disemprot, Penumpang Harus Pakai Masker dan Cek Suhu Tubuh

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Warga tampak diperiksa di Posko Pemeriksaan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon, Selasa (21/4/2020). 

satumalukuID- Warga dari Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tak lagi melintas bebas saat masuk Kota Ambon. Saat ini mereka harus melewati pemeriksaan ketat dari tim gabungan penanganan Covid-19 di Kota Ambon.

Pantauan satumalukuID, Selasa (21/4/2020), posko pemeriksaan berada di Jalan Sisingamangaraja, Desa Passo, Kecamatan Baguala Ambon, atau tepat di depan gereja Nafiri Sion. Setiap warga dari arah Salahutu harus berhenti sejenak di sisi kiri badan jalan.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim gabungan Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Ambon. Diantaranya TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BNPB dan Kesehatan Kota Ambon.

Warga yang menumpang atau mengendarai kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua, wajib menjalani berbagai pemeriksaan. Seperti pemakaian masker, social distancing, cek suhu tubuh menggunakan alat Thermo Gun, dan penyemprotan kendaraan.

Kendaraan disemprot dua petugas BNPB dengan cairan disinfektan. Sedangkan penumpang maupun pengendara akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh.

"Kalau yang tidak pakai masker akan kami suruh balik ke arah Salahutu. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Ambon," kata Samy Takarbessy, petugas BNPB Kota Ambon.

Penjagaan pintu masuk menuju Kota Ambon telah berlangsung sejak 3 April 2020. Operasi pencegahan penyebaran Covid dilakukan rutin setiap hari sejak pukul 09.00 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT.

Selain tegas terhadap penggunaan masker, posisi jaga jarak atau social distancing juga menjadi perhatian. Pihaknya, lanjut Samy, juga akan mengecek suhu tubuh warga yang melintas.

"Kalau yang suhu panas lebih dari 37 derajat selsius, ada tenaga medis yang akan memeriksa, selanjutnya," kata dia.

Selama berjalannya operasi pencegahan Covid-19, Samy mengaku tidak menemui kendala atau adanya aksi protes warga yang tidak setuju.

"Seng ada keluhan dari warga. Mereka biasa-biasa saja. Tidak ada yang protes," terangnya.

Ibu Lidya, pengendara sepeda motor kepada satumalukuID, mengaku mendukung langkah yang dilakukan pemerintah Kota Ambon.

"Tidak masalah. Semua ini kan untuk keselamatan kita jua. Saya mendukung," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!