Sekilas Info

JELANG RAMADAN

Kebutuhan Pokok Aman Jelang Ramadan, Kadis Disperindag Maluku: Kecuali Gula

satumalukuID/freepik.com Ilustrasi beras.

satumalukuID- Kebutuhan bahan pokok masyarakat di Provinsi Maluku dipastikan aman menjelang bulan suci ramadan. Kecuali gula, yang persediaannya saat ini terbatas.

Kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selasa (21/4/2020), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano mengakui stok persediaan bahan pokok di Maluku, selain gula, dalam kondisi normal.

Persediaan kebutuhan pokok, lanjut dia, akan tercukupi selama Jawa Timur dan Sulawesi Selatan tidak menutup jalur transportasi, khususnya kebutuhan pokok masyarakat.

"Distribusi kebutuhan pokok di Maluku tetap berjalan dengan lancar dan tersedia dalam jumlah yang cukup," ujarnya.

Mengenai ketersediaan gula, Elvis mengaku telah melaporkan kekosongan salah satu kebutuhan pokok masyarakat ini kepada Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Sesuai instruksi Dirjen, gula di tingkat industri atau produsen akan dijual dengan harga Rp.11.200 per kilo. Nantinya dipasaran terjual Rp.12.500 sesuai Harga Enceran Tertinggi (HET).

Terkait dengan penetapan HET, Elvis juga mengaku telah meminta Dirjen untuk kembali mempertimbangkannya. Sebab, jika mengacu pada instruksi tersebut, maka pedagang di Maluku akan mengalami kerugian jika tetap mengacu pada HET.

"Tadi saya usulkan ke Dirjen untuk dipertimbangkan. Sama seperti HET beras. HET beras kan berbeda di empat wilayah. HET beras di Maluku lebih tinggi dibandingkan daerah lain," katanya.

Elvis berharap HET gula sama dengan beras. Seperti misalnya di wilayah Barat Rp.12.500 dan mungkin wilayah Timur berbeda.

"Mungkin tidak bisa (Rp.12.500). Karena bayangkan harga dari produsen Rp.11.200, kalau distributor ambil sampai di Ambon modalnya Rp.12.000 dilepas pengecer berapa? pengecer jual berapa?," tanya Elvis.

Olehnya itu, Elvis mengaku usulan tersebut telah ditampung oleh Dirjen. Dia berharap dapat kembali dikaji.

"Mereka akan melakukan pengkajian untuk menetapkan mungkin perlu dipertimbangkan HET untuk wilayah Timur sedikit lebih tinggi dari Rp.12.500," sebutnya.

Elvis juga mengaku, pihaknya akan merasa khawatir jika HET tidak segera di rubah, maka maka distributor tidak akan memasukan gula, dari pada mereka rugi menjualnya berdasarkan aturan tersebut.

Elvis juga mengaku, untuk stok gula di Bulog, rencananya pada 28 April 2020 mendatang akan masuk sebanyak 200 ton.

"Itu pasti dijual dengan harga Rp.12.500/kg, itu penugasan untuk gula," kata dia.

Di sisi lain, untuk mengamankan kebutuhan pokok masyarakat di bulan ramadan, Elvis mengaku pihaknya mulai memantau ketersediaan stok di gerai modern. Semuanya tersedia dalam jumlah yang banyak.

"Hampir 50 gerai modern di Ambon, baik lokal maupun nasional, indomaret, fritsh, planet dan lainnya. Kita pastikan juga stok-stok mereka di situ. Selama ini kan kita juga pastikan stok di distributor, padahal ternyata stok di gerai modern juga cukup banyak," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!