Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Klaim Sudah Cepat Buat Langkah Pencegahan, Gubernur Maluku: Kalau Tidak, 220 Orang Terpapar Corona

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Gubernur Maluku Murad Ismail saat memberikan keterangan tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Regional di Maluku, pada pelataran Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (16/4/2020).

satumalukuID- Gubernur Maluku Murad Ismail, mengaku, pihaknya berhasil mengambil langkah cepat pencegahan penyebaran Covid-19. Sebab, jika tidak, Maluku saat ini sudah terpapar Corona sebanyak 220 orang.

"Kalau kita tidak ambil langkah dengan keterbatasan yang kita punya, mungkin kita sekarang sudah terpapar berjumlah 220 orang. Ini dilihat dari matriks. Kita juga baca matriks yang ada di DKI Jakarta," kata Murad kepada wartawan di pelataran Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Kamis (16/4/2020).

Sejak terkonfirmasi pasien kasus 01 Covid di Maluku, 15 Maret 2020 lalu, Murad mengaku langsung mengambil langkah cepat mengantisipasi penyebaran virus dari pemuda asal Bekasi, Jawa Barat tersebut.

"Dari awal ada satu kasus langsung kita ambil langkah yang tepat sehingga sampai hari ini kita bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Besar, belum ada kasus Covid yang meninggal di Maluku," yakin Murad.

Saat ini, lanjut dia, terdapat 14 kasus Coronavirus di Maluku. 13 masih menjalani perawatan dan 1 telah dinyatakan sembuh. Belasan kasus itu semuanya berawal dari 3 orang pelaku perjalanan yang datang ke Maluku.

"Kasus 01 sudah selesai. Ada 173 yang kita cari pernah berhubungan dengan dia. Ini sekarang kasus 02, ada 150 orang yang dia pernah berhubungan. Kita sudah periksa semua dan ternyata ada beberapa yang positif. Kasus 03 juga sama," jelasnya.

Hari ini Kamis (16/4/2020) atau besok Jumat (17/4/2020), tambah Murad pihaknya akan resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Regional (PSBR) di Maluku. Berbagai koordinasi dengan pihak terkait diakuinya sudah dilakukan, khususnya PELNI maupun maskapai penerbangan.

PELNI sendiri, tambah Murad, rencananya akan menghentikan semua kapalnya. Terakhir, mereka akan beroperasi hingga 19 April 2020.

"Nanti tanggal 19 April ada kapal terakhir. Setelah itu tidak ada lagi kapal yang masuk. PELNI naik dok dan dia mau cek kapal-kapalnya yang sudah lama-lama itu," kata dia.

Selain transportasi laut, Murad juga mengaku telah terjadi penurunan penerbangan dari Jakarta, maupun daerah lain menuju Ambon.

"Sudah sangat menurun. Dari 1.000 lebih sekarang tinggal 200 lebih. Orang-orang sudah mulai sadar. Terutama DKI melarang warganya, walaupun dia orang Ambon, Jawa Tengah dan lain-lain, tidak boleh pulang ke daerahnya," sebut Murad.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!