Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Wali Kota Ambon Usulkan Gubernur Tutup Pelabuhan dan Bandara

Foto: satumalukuID/Istimewa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

satumalukuID - Setelah ditunggu-tunggu masyarakat, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy akhirnya memberi usulan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail, untuk membatasi moda transportasi secara ketat atau penutupan, untuk pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Ambon secara khusus dan Maluku pada umumnya.

Usulan Wali Kota Ambon tersebut tertuang dalam surat dengan Nomor 550/2304/Setkot, yang ditanda tangani Richard Louhenapessy, Selasa (14/4/2020).

Pada kopian surat yang didapat satumalukuID ini, Wali Kota Richard menyebutkan, usulan ini terkait pencegahan Covid-19 di Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, dan terkait dengan peningkatan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), maupun yangterpapar atau terkonfirmasi positif Covid-19 ndi Kota Ambon.

“Sampai hari ini, tanggal 14 April 2020, di Kota Ambon berjumlah 14 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Penyebabnya adalah orang-orang yang datang dari luar wilayah Kota Ambon, dan telah berdampak terjangkitnya virus Covid-19 di wilayah Kota Ambon,” ungkap Richard.

Beberapa pertimbangan yang disampaikan Wali Kota Richard  kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail  antara lain berdasarkan data kasus positif, penyebab virus covid-19 berasal dari mereka yang datang dari luar Kota Ambon , baik dengan status  pendatang maupun warga Kota Ambon yang datang dari daerah di luar Maluku.

Selain itu, transmisi lokal telah terjadi di Kota Ambon, dimana penularan virus telah terjadi penjangkitan  (pihak keluarga yang terjangkit),  di dalam wilayah kota Ambon, yang apabila tidak diantisipasi akan berdampak  lebih buruk lagi.

Richard menmbahkan, belajar dari kasus KM Lambelu, dimana 26 Anak Buah Kapal (ABK) dari 42 ABK yang diperiksa SWAB oleh dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dinyatakan positif dan mereka yang dinyatakan positif ini sebagain besar adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sedangkan sebelumnya, lanjut Richard, KM. Lambelu telah menurunkan ratusan penumpang  di Kabupaten Sika-NTT dan menjadi viral karena masyarakat kuatir akan terjadi  transmisi lokal  dari penumpang KM Lambelu tersebut.

“KM. Lambelu saat itu dilarang  bersandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta untuk menjalani isolasi mandiri di atas kapal dengan pengawasan dari pihak keamanan, manajemen dan otoritas pelabuhan. Hal serupa kemungkinan bisa terjadi juga pada kapal-kapal  lain dengan tujuan singgah pelabuhan Yos Soedarso Ambon,” tutur Richard.

Dia mengakui, arus penumpang dari luar Maluku yang datang ke Maluku melalui Kota Ambon terus bertambah. Hal ini disebutnya dapat berpotensi meningkatkan kasus ODP, PDP maupun positif Covid-19, serta transmisi lokal di Ambon.

“Pada sisi lain, kemampuan saran dan prasarana kesehatan, SDM dan anggaran serta operasionalisasi untuk penanganan Covid-19 masih terbatas,” ungkap Richard.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Richard lantas menyarankan kepada Gubernur Maluku, kiranya dapat melakukan pembatasan moda transportasi baik laut maupun udara secara ketat dan bila dianggap perlu diusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditutup Pelabuhan Yos Soedarso maupun Bandara Pattimura untuk jangka waktu tertentu.

“Sedangkan moda transportasi barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk tetap beroperasi baik laut maupun udara. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak penyebaran covid-19 di Kota ambon maupun provinsi Maluku,” pungkasnya.

Penulis: Embong
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!