Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Maluku Akhirnya Tutup Pelabuhan Laut, Bandara Tetap Dibuka

KM Ngapulu

satumalukuID- Terhitung Jumat (17/4/2020) hingga 14 hari ke depan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, resmi menutup pintu masuk jalur laut atau pelabuhan. Sementara pintu Bandar Udara, tetap terbuka seperti biasa.

Berdasarkan draft surat pemberitahuan nomor: 30/GT-Promal/IV/2020 yang diterima satumalukuID, Rabu (15/4/2020). Tercatat surat itu ditujukan kepada para Kepala Jasa Angkutan Laut Kapal Pelni, Kapal Perintis, Kapal Cepat, Kapal Pelayaran Rakyat/Lokal dan Kapal Penyeberangan (Fery) serta Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Inti dari isi pemberitahuan yang dikeluarkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, bahwa Pemerintah Provinsi Maluku akan melakukan penutupan sementara untuk sejumlah pelabuhan antara lain: Yos Soedarso, Slamet Riyadi, Tulehu, Enrique, Tahoku, Hitu, Galala, Waai dan Liang khusus bagi penumpang/orang dan tidak diperuntukan untuk angkutan barang/logistik.

Khusus untuk pelabuhan penyeberangan yang dimaksudkan dengan penumpang/orang adalah untuk penumpang pejalan kaki dan penumpang pada kendaraan menurut golongan I-VIA, atau sepeda kayuh, sepeda motor di bawah dan di atas 500 cc, kendaraan penumpang, bus (sedang dan besar).

Bagi kendaraan AKDP tidak diperkenankan untuk mengangkut orang/penumpang.

Penutupan sementara akan berlaku sejak tanggal 17 April sampai 1 Mei 2020. Penutupan sementara ini dapat diperpanjang sesuai perkembangan dan kondisi.

Kasrul Selang, yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Maluku memastikan kebijakan penutupan akses masuk penumpang melalui jalur laut tersebut.

"Iya betul. Kalau barang diperbolehkan masuk. Kalau para bupati/walikota hanya wilayahnya, kalau kita (Provinsi) harus semua. Misalnya kalau kapal mau singgah Ambon-Namlea, tidak boleh dua-duanya. Karena kalau kita bicara tidak boleh jual tiket ke Ambon, tapi Namlea boleh, nanti orang semua lari ke Namlea," kata Kasrul kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Rabu malam (15/4/2020).

Kebijakan tersebut, tambah Kasrul, akan ditetapkan sebagai Keputusan Gubernur. Sehingga tidak perlu meminta rekomendasi dari Kementerian Perhubungan.

“Kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB )rumit, kalau ini minta Pelni untuk tidak jual tiket, bisa tidak berbelit-belit. Bukan kapal tidak boleh masuk, kapal boleh masuk. Penutupan akses penumpang saja, kalau barang masih tetap jalan," kata dia.

Pada kesempatan terpisah sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Ismail Usemahu, menyampaikan hal serupa.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku.

"Kita batasi yang dari luar Pulau Ambon. Terkecuali ada alasan-alasan khusus yang bisa diterima," sebutnya.

Menurutnya, Kapal Pelni rute terakhir akan masuk pada Jumat (17/4/2020) mendatang. Jumlah penumpang terakhir dari Jakarta-Surabaya ini diperkirakan kurang lebih 70 orang.

“Ini karena mereka sudah terlanjur dalam perjalanan. Setelah itu ditutup. Mereka juga langsung di karantina,” kata dia.

Sementara itu, untuk akses penumpang melalui transportasi udara yakni Bandara Pattimura Ambon, tambah Usemahu, tetap dibuka. Namun sistem karantina diganti. Di mana, seluruh penumpang wajib menjalani karantina di tempat yang telah disediakan.

"Setiap penumpang baik yang memiliki KTP Ambon atau tidak tetap wajib dikarantina di tempat yang sudah disiapkan. Tidak ada karantina di rumah masing-masing,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!