Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Terkait Wabah Covid-19, Legislator Asal Maluku Dorong  Pemerintah Bebaskan Tagihan Listrik Tempat Ibadah

satumalukuID/Istimewa Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku, Saadiah Uluputty.

satumakukuID - Kebijakan physical distancing dan edaran untuk melaksanakan ibadah di rumah menghindari wabah Corona Virus Disease 2019 (covid 19), membuat sejumlah tempat ibadah sepi. Namun, imbasnya, pengurus tempat ibadah tidak sanggup membayar rekening listrik.

Fakta tersebut disampaikan anggota Komisi VII DPR, Saadiah Uluputty, di Jakarta (9/4/2020).

Legislator asal Maluku ini mencontohkan, di Kota Pekanbaru. Para pengurus Masjid At Taqwa di kawasan Pasar Pusat, Jalan Hos Cokroaminoto Pekanbaru, Provinsi Riau, bingung mencarikan dana untuk membayar tagihan listrik masjid.

“Selama ini, bantuan donasi dari jamaah dimanfaatkan antara lain untuk membayar tagihan listrik. Karena masjid kosong maka bantuan donasi jamaah juga menjadi nihil,” terang Saadiah.

Kondisi serupa juga, menurut Saadiah, melanda sejumlah tempat ibadah pada berbagai daerah di Indonesia.

"Gereja dan vihara juga kena imbas. Tanpa donasi dari yang datang beribadah, pengurus mengalami kesulitan untuk operasionalisasi sarana ibadah seperti membayar tagihan", katanya.

Itu sebabnya, Saadiah meminta agar pemerintah memberi perhatian kepada sejumlah sarana ibadah, yang mengalami kesulitan membayar tagihan listrik karena terdampak kebijakan physical distancing.

"Pemerintah sebaiknya menggratiskan sarana ibadah (masjid, gereja dan vihara) dari kewajiban membayar tagihan listrik selama periode physical distancing", desak Saadiah.

Dananya kata dia, dapat dialokasikan dari tambahan biaya dan belanja untuk penanganan Covid 19.

Saadiah menambahkan, perhatian pemerintah berbentuk pembebasan pembayaran tagihan listrik kepada sarana ibadah merupakan kewajiban yang melekat.

"Sarana-sarana ibadah tidak memiliki siklus keuangan yang permanen. Kas sarana ibadah tersebut hanya akan terisi jika ada sumbangan warga yang datang beribadah", tutur anggota Fraksi PKS ini.

Dengan edaran untuk kewajiban beribadah dilakukan di rumah, Saadiah katakan, maka aktifitas ibadah di masjid, gereja maupun vihara juga terhenti.

"Cukup arif jika pemerintah juga turun tangan. Memberi kompensasi dengan membebaskan sarana ibadah dari kewajiban membayar tagihan listrik,” harap Saadiah.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!