Sekilas Info

BAHAN POKOK

Polres Seram Timur Bahas Kelangkaan Bahan Pokok Jelang Ramadan

satumalukuID/freepik.com Ilustrasi beras.

satumalukuID- Sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kabarnya mulai mengalami kelangkaan, menyusul wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan menjelang bulan suci Ramadan.

Mengatasi kelangkaan tersebut, Kepolisian Resort (Polres) SBT menggelar rapat bersama Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) bersama sejumlah pemilik toko sembilan bahan pokok (sembako para serta pedagang barang kebutuhan pokok lainnya.

Rapat pembahasan kelangkaan beberapa kebutuhan pokok masyarakat ini berlangsung di Aula Kantor Dinas Koperindag SBT, Bula, Selasa (7/4/2020).

Kepala Polres SBT AKBP. Andre Sukendar, meminta semua pihak agar dapat menjaga ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako). Dia berharap tidak terjadi kelangkaan yang memicu tingginya nilai jual sembako tersebut.

"Pelaku usaha jangan memanfaatkan situasi saat ini dengan cara menimbun atau menyimpan ketersediaan sembako. Karena itu sama saja melakukan pelanggaran hukum," tegasnya.

Polisi tidak akan tinggal diam dan senantiasa memantau kondisi pasar. Jika kedapatan ada pedagang melakukan pelanggaran, maka tentu akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Hari ini kita akan bahas permasalahan gudang beras Toko Rama di Tanah Merah, Kabupaten Malteng. Beras tidak bisa dibawa ke SBT karena terkendala Surat Edaran Bupati Malteng," sebut Kapolres dalam arahannya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperindag SBT, Adam Rumbalifar, mengaku telah melaporkan permasalahan yang dialami Toko Rama kepada Bupati Mukti Keliobas. Hasilnya ada mis komunikasi. Sebab, surat edaran Bupati Maluku Tengah (Malteng), intinya mengintruksikan bahwa beras tidak keluar dari Maluku.

"Sehingga telah dilaksanakan koordinasi antara saya dan Kadis Koperindag Malteng. Dan sore ini beras dari Toko Rama dapat diambil dari gudang Tanah Merah," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Adam juga mengaku jika para pengusaha atau pedagang diperbolehkan untuk mengimpor gula.

"Ijin impor gula sudah dibolehkan dan sudah ada instruksi dari Kadis Perindag Provinsi untuk pelaku usaha dapat melaksanakan impor gula," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, untuk menekan harga kebutuhan pokok masyarakat, Pemerintah Daerah (Pemda) dapat melaksanakan pengadaan sendiri. Atau bekerja sama dengan pelaku usaha agar harga bisa stabil, baik dengan bersubsidi. Tujuannya membantu pemerintah untuk kestabilan harga.

"Menjelang Ramadan biasanya harga sembako naik sedangkan stok saat ini terbatas sehingga Pemda akan mengkomunikasikan dengan pelaku usaha untuk menjaga kestabilan harga dan ketercukupan stok sembako," jelasnya.

Di sisi lain, Adam mengaku pihaknya juga telah mengantisipasi jika situasi dan kondisi tiba-tiba memburuk, namun usaha perdagangan harus tetap berlangsung tanpa melibatkan banyak orang dan pelaku usaha.

"Olehnya itu dapat diluncurkan aplikasi yang memungkinkan pelaku usaha dapat menjual sembako melalui online," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!