Sekilas Info

Masjid Adat Hatuhaha di Negeri Rohomoni Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

foto ilustrasi

satumalukuID - Sebuah masjid adat Hatuhaha di Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, terbakar pada Rabu, sekitar pukul 10.00 WIT, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Kebakaran masjid terjadi ketika sedang berlangsung kegiatan perbaikan masjid yang dihadiri warga serta imam madjid," kata Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy di Ambon, Rabu (8/4/2020).

Polisi yang turun ke lokasi kejadian dan meminta keterangan sejumlah saksi yang menyebut bahwa api bersumber dari bara kemenyaan yang ada dalam mangkuk ritual.

Menurut keterangan Din Salampessy (59), saksi sementara berada di dalam pekarangan masjid dan melakukan pekerjaan pengecatan dinding masjid bagian luar.

Tiba-tiba dia kaget mendengar teriakan dari atas lantai dua masjid bahwa ada api, lalu dia bersama semua masyarakat yang sementara kerja langsung lati mengambil air untuk menyiram api, namun tiupan angin yang kencang membuat nyala api sulit dipadamkan secara amanual.

Saksi lainnya atas nama Kamake Sangadji (75) yang juga imam masjid itu mengaku ia sementara berada di dalam masjid ketika mendengar teriakan warga bahwa rumah ibadah tersebut terbakar.

"Mendengar suara teriak api, saksi langsung keluar dan melihat ke arah atas masjid dan ada kobaran api pada bagian atas rumah masjid," katanya.

Imam masjid ini kemudian langsung masuk ke dalam masjid mengecek gantung lampu api rituwal atau disebut batu kemenyaan yang dibakar dan letakan di dalam mangkok ritual gantungan, tepatnya di bawah tiang alif yang sudah terjatuh, kemudian saksi keluar bersama masyarakat mengambil air untuk memadamkan api.

Sedangkan Alif Haji Sangadji (45), salah satu saksi lainnya yang dimintai keterangan oleh polisi menjelaskan sementara berada di atas kubah masjid sambil menunggu pembakaran kemenyaan yang nantinya dibawa dari dalam masjid ke atas tiang alif dengan menggunakan tali yang di tarik dari bawa sampai ke atas tiang.

Penarikan mangkuk kemenyaan dengan tali ini merupakan kegiatan ritual, namun selang beberapa menit kemudian saksi melihat percikan api keluar dari dalam mangkok yang dipakai untuk mengisi kamenyan. Selanjutnya saksi langsung bergegas turun dari atas tiang alif dan berusaha untuk memadamkan api.

Penulis: Daniel Leonard
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!