Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Hasil Spesimen Nenek yang Dirawat di RST Ambon Terkonfirmasi Positif Pasien 02 Corona

satumalukuID- Hasil spesimen dari seorang nenek, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Rumkit Tingkat II, dr. J. A. Latumeten atau populer dengan sebutan Rumah Sakit Tentara (RST), Kota Ambon,  positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Hasil uji swab pada Laboratorium Kesehatan di Jakarta menunjukan wanita berusia 74 tahun, warga Kota Ambon ini, terkonfirmasi Covid-19. Dengan demikian, dia merupakan pasien 02 Covid-19 di Provinsi Maluku.

"Pasien yang di RST yang kita kirim speciment ke Jakarta sudah terkonfirmasi positif," kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada satumalukuID, Senin (6/4/2020) malam.

Untuk diketahui, sebelumnya saat dilakukan pemeriksaan menggunakan alat Rapid Test (RDT, hasil yang didapat juga sama yakni positif. Namun untuk memastikan, tim medis mengirim spesimen pasien tersebut ke Jakarta danhasilnya baru diterima Senin, malam ini, terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada Sabtu (4/4/2020) lalu, Kasrul menyebutkan bahwa pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan. Sang nenek baru saja kembali dari perjalanan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dan tiba di Ambon pada tanggal 14 Maret 2020.

Di Ambon, pasien itu merasakan sakit. Dia mengeluhkan badannya lemas hingga dibawa ke dokter praktek untuk diperiksa.

"Dia ini awalnya ke dokter praktek, tapi tidak menunjukkan gejala sebagaimana yang kita tahu, suhu badannya bagus, tidak demam, pakai oksigen tes nafas bagus," katanya.

Tiga hari berikutnya setelah diperiksa, nenek ini masih merasakan lemas. Dia kembali melakukan pemeriksaan di dokter praktek.

"Dia lalu di rontgen paru-parunya, dan hasilnya, dokter menyarankan test pakai rapid test dan hasilnya positif pada 31 Maret 2020," jelas Kasrul.

Secara medik, tambah Kasrul, meski hasilnya positif menggunakan alat itu, namun perlu dikonfirmasi lagi secara Polymerase Chain Reaction (PCR), atau pemeriksaan spesimen di laboratorium kesehatan.

Di kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh, menjelaskan, keakuratan hasil pemeriksaan menggunakan alat rapid test harus diperkuat lagi dengan pemeriksaan sweb atau spesimen di laboratorium.

"Tingkat keakuratan RDT ini tidak seperti sweb atau spesimen, jadi masih sekitar 80 persen lah. Jadi masih bisa negatif, palsu. Makanya harus diperkuat dengan sweb karena tingkat keakuratan sweb itu 92 persen lebih," tegasnya.

Karena tingkat keakuratan alat rapid test tersebut belum bisa dipastikan, sehingga statusnya belum dapat dikatakan terkonfirmasi.

"Kita tetap perlakukan yang bersangkutan sebagaimana pasien yang positif," ujarnya.

Saat ini, lanjut Pontoh, sesuai laporan dari tim Satgas Covid-19 Kota Ambon, menyebutkan jika Puskesmas sementara melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien tersebut.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!