Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Warga Kayu Tiga Palang SDN 94 Ambon, Tolak Dijadikan Tempat Karantina Pelaku Perjalanan

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Foto Ilustrasi; Warga tampak melepas palang pada lokasi SDN 94 Ambon di Kayu Tiga, Negeri Soya, Minggu (5/4/2020).

satumalukuID - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 94 Ambon, yang berada di Kayu Tiga, Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dipalang warga, Minggu (5/4/2020). Mereka menolak sekolah itu dijadikan sebagai tempat karantina para pelaku perjalanan yang datang dari luar Maluku. Kendati adalah anak daerah sendiri.

Penolakan tegas dilakukan warga RT 003 RW 08 tersebut, setelah mendapat informasi akan diisolasi dua warga yang datang dari Jakarta. Mereka takut daerahnya tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Enggan menjadikan fasilitas pendidikan yang berada di tengah pemukiman warga ini sebagai tempat karantina, sejumlah warga memalang sekolah dengan bambu dan atap senk bekas.

"Ini t4 (tempat) pendidikan bukan t4 karantina", "no covid-19" dan "kami warga Soya RW 08 menolak karantina", demikian antara lain tulisan penolakan warga di setiap lembaran senk bekas.

Ketua RT 003, Yunus Nahumuri, mengungkapkan, pemblokiran sekolah tersebut merupakan penolakan warga yang mengkhawatirkan penyebaran virus mematikan tersebut.

"Ini bukan keinginan saya. Ini keinginan warga. Karena Korona ini bukan virus main-main. Warga hidup sudah dalam ketakutan," kata Yunus menggunakan dialek Ambon.

Aksi protes warga dilakukan setelah dirinya mendapat informasi akan dikarantinakan dua warga setempat dari Jakarta.

"Informasinya dua orang. Dong (mereka) warga sini, tapi dong dari luar kota," ungkap Yunus.

Yunus mengaku, warga tak akan keberatan menampung mereka, jika memiliki surat rekomendasi kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

"Katong seng (kita tidak) keberatan, tapi mekanisme dong ada punya surat keterangan resmi dari Jakarta atau kesehatan di sini lalu surat ke lingkungan. Bahwa dong bebas dari virus itu," tambahnya.

Informasi mereka akan dikarantina, setelah pihaknya diberitahukan Kepala SDN 94 Ambon. Tak mau ambil resiko, ketua RT tersebut kemudian memberitahukan kepada warga.

"Kepala sekolah pendekatan dengan beta (saya), tapi beta bilang beliau, (saya) harus tanya warga dolo (dulu), karena sekolah ini berada di tengah pemukiman. Ternyata warga menolak," jelasnya.

Penolakan tersebut, tambah dia, juga merupakan salah satu langkah masyarakat dalam upaya mendukung program pemerintah yaitu pencegahan penyebaran virus berbahaya tersebut.

"Kan pemerintah sudah menghimbau kalau kami harus hati hati dengan virus ini," tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala SDN 94 Ambon, Siahaya menolak berkomentar kepada wartawan yang hadir saat itu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Namun berdasarkan pantauan satumalukuID, warga tampak berjaga-jaga di depan gerbang sekolah yang telah dipalang tersebut. Mereka menunggu kedatangan pihak pemerintah Kota Ambon.

Tak lama berselang, warga kembali melepas pemblokiran bambu dan senk pukul 17.25 WIT, setelah mengetahui sekolah itu batal dijadikan sebagai tempat karantina.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!