Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Semua Kampung di Saparua Timur Punya Rumah Isolasi Mandiri Cegah Bahaya Corona

Foto: satumalukuID/Istimewa Camat Saparua Timur Khalid Pattisahusiwa (kiri) dan Kapolsek Saparua AKP Rony Manawan (kanan).

satumalukuID- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, menyiapkan rumah isolasi mandiri pada setiap kampung di daerah tersebut. Seperti di Kecamatan Saparua Timur. Tujuannya untuk melindungi warga dari bahaya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Ada 9 Negeri/Kampung di Kecamatan baru di Pulau Saparua tersebut. Diantaranya Negeri Ouw, Ulath, Siri Sori Islam, Siri Sori Amalatu, Tuhaha, Iha Mahu, Mahu, Noloth dan Itawaka.

Camat Saparua Timur, Khalid Pattisahusiwa, mengungkapkan, penyiapan rumah isolasi mandiri merupakan program Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

Menurutnya, mekanisme yang kini sedang diterapkan tersebut bukan saja berlaku di Kecamatan Saparua Timur, tapi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten berjuluk Pamahanu Nusa tersebut.

"Kita di seluruh kecamatan di Maluku Tengah sudah berlakukan hal ini. Jadi setiap hari itu harus ada laporan ke ketua gugus Kabupaten yaitu Bupati Maluku Tengah (Tuasikal Abua)," kata Pattisahusiwa kepada satumalukuID.

Menurutnya, setelah disiapkan rumah isolasi mandiri, maka setiap anak daerah atau para pendatang dari kota-kota di luar Maluku akan menjalani massa karantina selama 14 hari di rumah isolasi mandiri tersebut.

"Setiap negeri punya satu rumah isolasi," jelasnya.

Pattisahusiwa menjelaskan, pihaknya telah mengetahui peta sebaran Covid-19. Di mana, fokusnya terhadap orang dari luar Maluku. Terutama mereka yang datang dari Pulau Jawa dan sebagainya.

Hingga sampai di Saparua Timur, lanjut dia, para pendatang, baik anak daerah maupun dari luar, harus melalui berbagai tahapan hingga berada di ruang isolasi.

"Masuk di Ambon, dan dia sampai Tulehu maka datanya langsung terakses. Baru dari mana, naik speed apa, naik kapal apa itu diketahui," jelasnya.

Para pelaku perjalanan tersebut, akan masuk melalui pelabuhan Saparua di Negeri Haria, Kecamatan Saparua. Mereka akan diperiksa atau akan direkomendasikan oleh tim kesehatan.

"Nanti diarahkan isolasi mandiri di rumah. Tapi kalau diragukan ya langsung di isolasi selama 14 hari di rumah isolasi mandiri tersebut, sambil melihat gejala-gejala. Karena kan OTG (Orang Tanpa Gejala) itu berbahaya. Itu mekanismenya," sebutnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor: Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!