Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Suami Istri Asal Saparua Positif Corona Versi Rapid Test, Sekda Maluku: Mereka Pulang dari Sultra

satumalukuID- Pasangan suami istri (pasutri), warga Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, terdeteksi sementara positif Corona versi alat Rapid Test (RDT). Untuk memastikan mereka terkonfirmasi, baru akan ditentukan melalui uji laboratorium pada Laboratorium Kesehatan di Jakarta.

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang, mengaku, pasutri itu diketahui baru kembali melakukan perjalanan dari daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasutri itu tiba di Kota Ambon pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu. Setelah itu, langsung melanjutkan perjalanan ke Saparua atau pulang kampung.

Pasutri tersebut berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) setelah mengeluhkan sakit sesak nafas. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saparua.

"Kita dapat informasi di Saparua sore tadi, hasil rapid test atau tes cepat menunjukkan reaktif dan itu berarti positif. Ada dua orang, suami istri," ungkap Kasrul yang juga merupakan Ketua Harian Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan dan Pencegahan Virus Disease 2019 (Covid-19), kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Minggu (5/4/2020) malam ini.

Setelah hasil pemeriksaan menggunakan RDT positif, dua pasien tersebut kemudian dirawat layaknya pasien terkonfirmasi Corona di RSUD Saparua, sambil menunggu uji spesimen di Laboratorium Kesehatan Jakarta, nanti.

"Rapid test ini kalau positif maka kita akan konfirmasi lagi dengan PCR  besok. Mudah-mudahan besok lancar-lancar," harapnya.

Dari hasil RDT tersebut, Kasrul mengaku, tim langsung bergerak dan mengisolasi sekitar kurang lebih 4 keluarga dari pasutri tersebut di RSUD Saparua. Mereka diketahui melakukan perjalanan secara bersama-sama.

"Sore tadi kita sudah menuju Saparua untuk evakuasi dua PDP (Pasutri) ini, bersama 4 atau 5 orang di dalam rumah yang juga sudah diisolasi di rumah sakit," terangnya.

Rencananya, dua pasutri tersebut akan dibawa ke Ambon, selanjutnya diambil spesimennya untuk dikirim ke Jakarta.

"Tadi saya sudah informasikan kepada petugas yang ke sana, kalau kondisinya lebih buruk, lebih cepat lebih baik (evakuasi ke Ambon)," terangnya.

Untuk sejumlah keluarga pasutri itu, Kasrul mengaku mereka belum diperiksa menggunakan RDT. Kendati demikian, mereka sudah diisolasi di RSUD Saparua.

"Rencananya di test di Ambon yang anggota keluarga. Jadi baru pasutrinya saja yang sudah di test pakai rapid test," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!