Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Desa Pelauw di Pulau Haruku Bentuk Posko Desa Tanggap Covid-19

Foto: satumalukuID/Istimewa Ketua Tim Relawan Desa Pelauw Tanggap Covid-19, Cum Tuankota (tengah), saat memberikan keterangan kepada salah satu stasiun teve.

satumalukuID - Setelah hampir dua bulan lebih wabah Corona merebak di tanah air, berbagai daerah kemudian melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dan menangani kemungkinan menyebarnya wabah tersebut, termasuk di Maluku.

Di daerah ini, tepatnya di Kota Ambon, sempat heboh, lataran ditemukan satu pasien positif Corona Virus Disese 2019 (Covid-19). Sukurlah setelah sample warga asal Bekasi, Jawa Barat itu diperiksa sebanyak dua kali di Badan Penlitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta, dia kemudian dinyatakan negatif. Selanjutnya lelaki dengan inisial nama AA itu, bersama 14 rekannya, sudah diijinkan kembali ke daerah mereka.

Meski begitu, kewaspadaan terhadap wabah pendemik ini tetap menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk warga di Desa Pelauw di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Desa yang juga menjadi ibukota Kecamatan Pulau Haruku ini, ikut berperan dalam mencegah penyebaran virus corona. Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah dengan membentuk Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19.

"Yang pertama kali terpikirkan ialah bagaimana kita menangani isu Covid-19 ini. Karena itu kita butuh satu lembaga dan perlu Posko Desa Tanggap Covid-19," ujar Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pelauw (IPPMAP) Hasan Latuconsina kepada satumalukuID, Minggu (5/4/2020).

Menurut dia, dari situlah terbentuk Tim Relawan Desa Pelauw Tanggap Covid-19 yang diketuai Cum Tuankota, yang siap mengedukasi warga terkait virus corona ini.

Relawan dirasakan sangat penting, sebab kata Hasan, untuk menangani masyarakat di Desa Pelauw, saat ini tim medis Puskesmas yg diketuai Ita Latuconsina masih terbatas, sehingga diperlukan tenaga relawan,

Relawan ini, lanujut Hasan, berasal dari Pengurus IPPMAP, baik itu dari Dewan Pengurus Daerah, Dewan Pengurus Cabang, termasuk Dewan Pengurus Cabang Istimewa di kecamatan yang diketuai Kemy Latuconsina.

"Relawan desa itu memiliki tugas yang sangat mulia, karena dia melindungi masyarakat dan pemerintah desa. Relawan desa tanggap corona ini berada di bawah Sekretaris Desa Pelauw, Bapak Ali Latuconsina," tutur Hasan.

Lebih lanjut dia katakan, sejumlah aktivitas yang sudah dan akan dilaksanakan Tim Relawan ini antara lain, membuat pusat informasi pencegahan dan penanganan Covid-19, serta sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19.

Hal yang tidak kalah penting dilakukan Tim Relawan, lanjut Hasan, yaitu pedataan penduduk rentan sakit dan kelompok marginal, penyemprotan disinfektan dan penyediaan tempat cuci tagan dengan air mengalir serta sabun di tempat umum, termasuk pembuatan pos jaga gerbang desa untuk memantau mobilitas warga.

"Kami juga akan menyiapkan tempat khusus untuk penanganan, misalnya memanfaatkan gedung sekolah, balai desa maupun rumah warga yang kosong dan lain-lain," terangnya.

Tim relawan juga, disebut Hasan, akan memastikan tidak ada kerumunn warga, serta melakuan pengawalan bagi warga yang berkewajiban melaksanakan karantina mandiri. Begitu pula untuk warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Tim Relawan akan membantu tenaga kesehatan dalam penanganannya.

"Tim Relawan juga diharapkan menyiapkan dan menangani logistik untuk kepentingan warga desa," pungkasnya.

Tim Relawan Desa Pelauw Tanggap Covid-19 ini mengusung tagline "Bersama Cegah Covid-19", Jaga Jarak, Hindari Keramaian dan Di Rumah Saja.

Penulis: Embong
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!