Sekilas Info

PENANGANAN COVID 19

Hasil Rapid Test 1 Warga Ambon dari Makassar Positif Corona, Masih Harus Dikonfirmasi Secara PCR

satumalukuID- Satu warga Kota Ambon diduga positif Corona. Ini diketahui dari alat Rapid Test (RDT). Untuk memastikan, tim medis masih menunggu hasil spesimen dari Laboratorium Kesehatan di Jakarta.

Wanita lansia yang diperkirakan berusia 78 tahun itu, kini sedang dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit dr. J. A. Latumeten (RST), Jalan Dr. Tamaela, Kota Ambon.

Ketua Harian Gugus Tugas Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengakuinya. Di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Selang menyebutkan jika pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan. Nenek ini dari Makassar, Sulawessi Selatan dan tiba di Ambon pada 14 Maret 2020.

Di Ambon, pasien itu merasakan sakit. Dia mengeluhkan badannya lemas hingga dibawa ke dokter praktek untuk diperiksa.

"Dia ini awalnya ke dokter praktek, tapi tidak menunjukkan gejala sebagaimana yang kita tahu, suhu badannya bagus, tidak demam, pakai oksigen tes nafas bagus," katanya.

Tiga hari berikutnya setelah diperiksa pertama kali, nenek ini masih merasakan lemas. Dia kembali melakukan pemeriksaan di dokter praktek.

"Dia lalu dirontgen paru-parunya, dan hasilnya, dokter menyarankan test pakai rapid test dan hasilnya positif pada 31 Maret 2020," jelasnya.

Secara medik, tambah Kasrul, meski hasilnya positif menggunakan alat itu, namun perlu dikonfirmasi lagi secara Polymerase Chain Reaction (PCR) atau pemeriksaan spesimen di laboratorium kesehatan.

"Saat ini pasien tersebut kita berlakukan sebagaimana pasien yang positif, diisolasi sambil menunggu hasil spesimen yang sudah dikirim sejak Jumat kemarin," ujarnya.

Kasrul berharap, sehari dua, hasil spesimen yang dikirim Jumat (3/4/2020) lalu, bisa diketahui. "Mudah-mudahan satu dua hari ini hasilnya sudah ada," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Meykal Pontoh, menjelaskan, keakuratan hasil pemeriksaan menggunakan alat rapid test harus diperkuat lagi dengan pemeriksaan spesimen (PCR) di laboratorium.

"Tingkat keakuratan RDT ini tidak seperti pemeriksaan spesimen, jadi masih sekitar 80 persen lah. Jadi masih bisa positif palsu atau negatif palsu. Makanya harus diperkuat dengan spesimen karena tingkat keakuratannya 92 persen lebih," tegasnya.

Karena tingkat keakuratan alat rapid test tersebut belum bisa dipastikan, sehingga statusnya belum dapat dikatakan terkonfirmasi.

"Kita tetap perlakukan yang bersangkutan sebagaimana pasien yang positif," ujarnya.

Saat ini, lanjut Meykal, sesuai laporan dari tim Satgas Covid-19 Kota Ambon, menyebutkan jika Puskesmas sementara melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien tersebut.

"Ini sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari Jakarta," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!