Sekilas Info

Siswa SMA di Ambon Tewas Gara-gara Berenang di Pantai dengan Cara Melompat dari Pohon Ketapang

satumalukuID/Embong Ilustrasi korban.

satumalukuID- Malvin, siswa SMA Angkasa, Lanud Pattimura Ambon tewas usai melompat dari atas pohon ketapang, di tepian pantai Desa Riang, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Jumat (3/4/2020).

Hingga kini belum diketahui pasti penyebab sehingga korban meregang nyawa. Tapi, sebelum ditemukan tak sadarkan diri, Malvin menggantung di tali dan melompat ke dalam air setinggi lutut kaki orang dewasa.

Warga Desa Riang itu dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke Rumah Sakit Lanud Pattimura Ambon, Negeri Laha, sekira pukul 17.15 WIT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun satumalukuID, menyebutkan kejadian naas itu berawal sekira pukul 13.00 WIT.  Korban saat itu berpamitan dengan ke dua orang tuanya. Dia ijin bermain ke rumah temannya.

"Orang tuanya tidak tahu kalau korban ingin berenang di laut bersama rekan-rekannya," kata sumber satumalukuID, malam ini.

Dari pengakuan saksi Erol, yang merupakan teman korban, mengaku, melihatnya bersama kurang lebih 30 anak Desa Riang. Mereka mandi di pantai, juga terlihat menggantung di tali yang terikat di atas pohon ketapang.

"Pada saat mandi, korban menaiki tali tersebut dan langsung menjatuhkan diri ke dalam laut. Kaki korban terlihat jatuh terlebih dahulu," ungkap Erol dikuti sumber kepada satumalukuID.

Korban diakui mendarat sempurna. Kakinya menyentuh air laut terlebih dahulu. Namun, setelah itu, korban langsung terlihat dengan posisi tengkurap. Bagian depan wajah menganga ke dalam air. Sementara punggungnya terlihat dipermukaan.

Melihat posisinya usai melompat tersebut, sejumlah temannya mengira jika korban langsung sedang bermain menahan nafas.

"Teman-temannya menganggap korban menahan nafas karena dalamnya air hanya sebatas lutut orang dewasa," sebutnya.

Berselang 10 menit berlalu, korban yang masih dengan posisi tersebut membuat rekan-rekannya heran. Mereka menghampiri dan mengangkat korban ke permukaan.

"Saat diangkat, korban dalam posisi tidak sadarkan diri," ungkapnya.

Berbagai upaya pertolongan pertama dari rekan sebaya korban telah dilakukan. Mereka beberapa kali memompa dada korban. Karena belum merespon, mereka panik dan memanggil orang tuanya di rumah. Jarak rumah korban dengan TKP kurang lebih 30 meter.

"Saat Ayah korban sampai di TKP kemudian langsung di bawa ke Rumah Sakit Lanud Pattimura menggunakan mobil pickup. Tapi nyawa korban sudah meninggal diduga dari TKP," jelasnya.

Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Hariazie membenarkan peristiwa naas tersebut. Dia meminta para orang tua agar lebih ketat mengontrol anak-anaknya.

"Diharapkan agar seluruh personil lebih ketat dalam penggontrolan dan pengawasan terhadap anak-anak sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan orang tua dan keluarga," pintanya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!