Sekilas Info

77 Napi di Ambon yang Telah Dibebaskan Hari Ini Akan Dipantau Melalui Telepon Genggam

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Foto ilustrasi; Kalapas Ambon Saiful Sahri tampak sedang memberikan arahan kepada 77 napi yang akan dibebaskan atau menjalani asimilasi, di Ambon, Kamis (2/4/2020).

satumalukuID- Setelah dibebaskan hari ini Kamis (2/4/2020), sebanyak 77 orang narapidana, akan kembali dipantau petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas) maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Mereka yang menjalani asimilasi itu, dipantau via telepon genggam atau langsung mendatangi rumah masing-masing.

“Yang memantau mereka itu Bapas Ambon dengan Kejaksaan. Ada Permennya. Makanya tadi semua hadir untuk menyaksikan karena mereka punya kewenangan ada di situ. Mereka akan dipantau, ada alamat tertera, nanti lewat telepon. Kan mengantisipasi Covid-19 ini, ya sukur-sukur dia bisa langsung (ke rumah), kalau tidak dia by phone,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon, Saiful Sahri, kepada satumalukuID.

Puluhan orang napi yang merupakan warga binaan Lapas Ambon ini dibebaskan berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor 10 tahun 2020. Mereka dibebaskan untuk menjalani asimilasi dan integrasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Pembebasan mereka merupakan perintah menteri hukum dan ham untuk menjalani asimilasi. Selama berada di luar, mereka dilarang meninggalkan tempat atau rumah, tetap harus bisa dihubungi, tidak melarikan diri serta tidak melakukan pelanggaran perbuatan hukum yang baru,” jelasnya.

Menurutnya, proses pembebasan 77 orang napi ini adalah tahap pertama dari 102 orang. Mereka yang dikeluarkan menjalani asimilasi tersebut terdiri dari 25 napi narkotika, 30 perlindungan anak, 7 kesusilaan, 1 lakalantas, 2 IT, 1 pembunuhan, 1 penganiayaan, 1 penggelapan, 6 pencurian dan lain-lain berjumlah 3 orang.

“Nanti ada dong pung tahapan, ada perhitungan sendiri untuk masa tahanan ½. Yang jatuh hari ini terhitung mundur ke belakang, nanti ada yang tanggal 7 April, tanggal 13 (April), nah mereka dikeluarkan di tanggal itu. Jadi dia tidak bersamaan semua, karena tanggal mereka ½ dari masa hukuman itu sesungguhnya berbeda,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!