Sekilas Info

Puluhan Pedagang di MCM Ambon Demo Minta Keringanan Pemotongan Pembayaran Sewa Kios Akibat Corona

satumalukuID- Sejak berstatus darurat bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kawasan pusat perbelanjaan Maluku City Mall (MCM), Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, sepi pengunjung.

Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan keuangan para pedagang. Karena sepi pembeli, puluhan mereka meminta adanya keringanan atau pemotongan pembayaran sewa kios.

Diduga tidak mengabulkan permintaan pedagang, mereka kemudian menggelar aksi demonstrasi di depan kantor pengelola MCM) di Kecamatan Sirimau Ambon, Rabu (1/4/2020).

"Surat permohonan pengurangan pembayaran sewa sudah kami berikan. Tapi MCM tidak mau," ungkap seorang ibu, salah satu pemilik kios kepada wartawan sore tadi.

MCM yang dikelola PT. Duta Bhakti Developer mulai sepi pengunjung setelah terungkap kasus 01 Covid-19, Minggu (22/3/2029) lalu. Ini juga terjadi karena ada himbauan pemerintah untuk tetap di rumah.

"Kalau saya pernah buka tapi sunyi. Ada juga yang tidak buka karena ada intruksi Gubernur. Makanya kita minta pengurangan itu," tambah ibu itu yang tak mau menyebutkan identitasnya.

Puluhan pedagang melakukan komplain setelah menerima surat dari pengelola, bahwa pembayaran diundur hingga bulan Mei. Padahal, mereka meminta adanya pemotongan.

Aksi pedagang direspon pihak pengelola pukul 18.28 WIT. Sebanyak 4 orang perwakilan diminta menemui pengelola. Hingga pukul 18.45 WIT, pertemuan tidak membuahkan hasil.

"Permohonan mereka adalah permintaan keringanan. Tapi tidak jelas dari Bulan apa. Kami baru memberikan penundaan aja atas permintaan mereka. Belum ada jawaban atas pemotongan," ungkap Manager MCM Ambon, Alfiansah, kepada wartawan.

Menurutnya, proses pembayaran sewa di awal bulan berjalan. Karena masalah virus corona, pengelola memberikan dispensasi untuk tidak mengeluarkan surat peringatan kepada yang belum membayar. Biasanya surat peringatan diterbitkan di tengah bulan.

"Seharusnya pembayaran paling lambat tanggal 1 Maret. Itu belum ada imbas Covid-19. Tapi kami menangguhkan surat peringatan karena kita memahami kondisi yang ada," katanya.

Alfiansah mengakui jika ada permintaan pengurangan dari pedagang melalui surat yang telah diterima. Namun permintaan keringanan yang disampaikan tersebut belum jelas.

"Makanya kita sementara kasih penundaan pembayaran untuk bulan April yang harusnya di bayar di awal April tapi boleh di bayar di bulan Mei," sebutnya.

Dia juga mengaku terkait pemotongan sewa kios tunggu keputusan kantor pusat. Dan permohonan para pedagang ini sudah disampaikan.

"Saya bukan pengambil kebijakan, karena saya harus report ke kantor pusat. Jika sudah ada jawaban dari pusat baru saya bisa sampaikan. Dan baru hari ini mereka menyampaikan keberatan dan saya akan sampaikan ke kantor pusat," tutup dia.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!