Sekilas Info

MUSIK

Semangati Dunia Lawan Corona, Grup Musik KAK5 Inisiasi Ambon Insight

Pandemi COVID-19 telah merubah cara kita memandang dunia.

Kita harus mulai berikhtiar untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan.

Berpisah, tinggal di rumah, isolasi mandiri ternyata adalah sumber kekuatan.

Kami para musisi adalah generasi beruntung menjadi saksi dunia yang terisolasi tetapi semakin KUAT dan BERSATU

Kami mempersembahkan lagu ini bagi semua orang yang merasa tidak mungkin bisa melewati situasi ini. Tetaplah kuat, sehat dan bersatu.

satumalukuID - Kreatifitas adalah sebuah energi, yang bisa merubah dunia menjadi lebih indah. Itu sebabnya, meski sebagian orang mengeluh dan mengaku bosan harus berada #diRumahAja, sesuai anjuran pemerintah dalam menghadapi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sedang mewabah di tanah air, tidak begitu dengan para pekerja kreatif. Sebut saja, grup musik KAK5.

Menyikapi pemberlakukan social (physical) distancing alias pembatasan sosial, grup musik anak-anak muda yang cukup punya nama di Maluku ini, justru menginisiasi Ambon Insight, sebuah project yang melibatkan 42 penyanyi asal Ambon.

Melalui keterangannya kepada satumalukuID, salah satu pentolan KAK5 Falantino Eryk Latupapua menuturkan, niat untuk memproduksi “sesuatu”, dimulai dari keprihatinan mereka terhadap pandemic COVID-19, yang menyebabkan keseimbangan hidup masyarakat, termasuk para musisi dan seniman lainnya menjadi terganggu.

Mereka lantas menyanyikan lagu lama Imagine milik John Lennon, yang diaransemen oleh Figgy Papilaya, music director KAK5 yang telah dikenal sebagai salah satu musisi potensial di tanah air.

"Materi musik Imagine sudah lama tersimpan di library computer milik arranger, sehingga kami para penyanyi tinggal merekam vokal saja," ungkap lelaki yang diakrab Tino ini.

Dalam waktu sekira 1 minggu,Tino menyebutkan, proses rekaman dikerjakan oleh masing-masing penyanyi, yang dimintai kesediaan melalui media sosial.

Setelah semua rekaman suara terkumpul, kata Tino, sebanyak 44 track vokal kemudian digarap oleh Figgy lewat proses editing, mixing, dan mastering selama 3 jam.

"Sentuhan akhir audio dilakukan oleh Benitho Siahaan di Jakarta. Benitho Siahaan selama ini mengerjakan rekaman banyak artis terkenal, termasuk semua lagu-lagu yang diproduksi oleh KAK5 sebagai cover maupun single," ujarnya.

Lewat lagu ini, menurut Tino, KAK5 ingin menyampaikan pesan bahwa sumber kekuatan utama manusia dalam menghadapi situasi bencana adalah diri sendiri.

Mereka berharap semoga lagu ini memberikan semangat dan kekuatan kepada seluruh masyarakat dunia, termasuk para petugas medis, yang tengah berjuang menyelamatkan dunia dari bencana non alam COVID-19, juga mengampanyekan #stayathome atau #DiRumahAja sebagai salah satu cara yang diyakini efektif untuk meminimalisasi dampak buruk dari pandemi COVID-19.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!