Sekilas Info

Maluku Tenggara akan Berlakukan Karantina Pelaku Perjalanan yang Datang ke Wilayahnya

satumalukuID - Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) dalam upaya antisipasi dan meminimalisir penyebaran virus corona (COVID-19) akan mengarantina pelaku perjalanan atau mereka yang datang ke wilayah tersebut.

Bupati M Thaher Hanubun menyampaikan hal tersebut ketika bersama Wakil Wali Kota Tual, Kapolres Malra, Dandim 1503 Tual, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malra, menyambangi salah satu hotel di Kota Langgur yang akan dijadikan tempat karantina sementara bagi pelaku perjalanan.

"Kita akan siapkan beberapa kamar di Hotel Langgur ini untuk digunakan sebagai tempat karantina sementara, guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang mungkin dibawa oleh para pelaku perjalanan yang datang ke daerah ini," kata Thaher.

“Mereka yang datang dari luar daerah akan kami imbau untuk menjalani karantina di sini, sebelum kembali ke tengah-tengah masyarakat," katanya menjelaskan.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan warga yang akan balik ke daerah ini beberapa waktu ke depan, dimana ada libur Lebaran dan potensi penyebaran COVID-19.

Warga yang baru datang dari luar daerah akan dikarantina selama 14 hari dan pemeriksaan rutin akan dilakukan oleh petugas medis, pihak TNI maupun Polri juga akan dilibatkan menjaga lokasi karantina.

"Untuk kamar hotel yang akan digunakan berjumlah tujuh buah untuk sementara, dan dimungkinkan akan ditambah tergantung jumlah warga yang akan dikarantina," kata Thaher.

Sementara itu, pemilik Hotel Langgur menyampaikan kesediaan untuk menjadikan penginapan itu sebagai tempat karantina guna mencegah penyebaran COVID-19.

Terkait pembiayaan guna jalannya karantina tersebut akan dibiayai oleh Pemda Malra, dan mekanismenya sementara dirapatkan bersama Tim Gugus Tugas COVID-19 Malra.

Sekretaris tim, dr Katrinje Notanubun mengatakan pelaku perjalanan dimasukkan karantina agar mereka tidak berbaur dengan masyarakat.

"Karantina ini sebenarnya diberlakukan bagi semua pelaku perjalanan, terutama mereka yang berasal dari wilayah yang sudah banyak terjangkit, namun itu akan dibicarakan bersama Pemda. Pelaksanaannya menunggu lokasi ini disiapkan," katanya.

Baca Juga

error: Content is protected !!