Sekilas Info

OPINI

Lockdown Daerah Atas Nama Rakyat

Figur Ronald Wilson Reagan, yang populer dengan sapaan Ronald Reagan, adalah Presiden Amerika Serikat ke-40, kelahiran Tampico, Illinois pada 6 Februari 1911, lantas meninggal di Bel Air, Los Angeles, California pada 5 Juni 2004 lalu. Pada suatu waktu mantan bintang film Amerika Serikat ini pernah mengungkapkan bahwa, “tugas pertama pemerintah adalah melindungi rakyat, bukan menjalankan hidup mereka.”

Terlepas dari itu, prinsip kedaulatan rakyat (people sovereignty) yang mendasari sikap DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota bertindak atas nama rakyat, yang telah memberikan mandat kepada mereka melalui Pemilu/Pilkada secara periodik dalam jangka waktu lima tahun, untuk mengelola negara di level lokal dengan melakukan lockdown daerah mereka dalam rangka membendung penyebaran virus corona.

Demikianlah hakekat teori kedaulatan rakyat, sebagaimana yang dipelopori John Locke, Montesquieu dan J.J Rousseau. Locke menyatakan bahwa terbentuknya negara didasarkan pada asas pactum unionis dan pactum subjectionis. Pactum unionis adalah perjanjian antar individu untuk membentuk negara, sedangkan pactum subjectionis adalah perjanjian antara individu dan negara yang dibentuk. Perjanjian tersebut menentukan bahwa individu memberikan mandat kepada negara atau pemerintah. Mandat rakyat diberikan agar pemerintah mendapat kekuasaan dalam mengelola negara berdasarkan konstitusi yang ditetapkan dalam pactum subjectionis.

Meskipun demikian, tindakan lockdown dinilai menyalahi kewenangan daerah, yang harus patuh kepada otoritas Pemerintah Pusat melalui berbagai regulasi, dan juga karena bentuk negara kita adalah persatuan (unity). Akan tetapi jika DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan Gubernur, Bupati, dan Walikota tidak bertindak demikian, di tengah mewabahnya virus corona tentu rakyat akan banyak menjadi korban, dan di sinilah bisa terjadi pengingkaran Pemerintah Daerah terhadap kedaulatan rakyat (denial popular sovereignty).

Penulis: M. J. Latuconsina, adalah Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ambon

Penulis: M.J. Latuconsia
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!