Sekilas Info

KEBAKARAN RUMAH

73 Rumah Warga Ludes di Ongkoliong Ambon, Dua Warga Tewas Terbakar

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Puing-puing puluhan rumah bekas terbakar di kawasan Ongkoliong, Desa Batumerah, Kota Ambon, Minggu (29/3/2020).

satumalukuID- Sebanyak 73 unit rumah yang berada di kawasan Ongkoliong RT 02 RW 010 dan RT 03 RW O2, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ludes terbakar, Minggu (29/3/2020). Kebakaran terjadi sejak pukul 04.45 WIT hingga pukul 08.30 WIT. Dua orang tewas terbakar dalam insiden naas tersebut.

Puluhan bangunan terbakar, terdiri dari tempat kos-kosan dan rumah warga. Sebanyak 634 jiwa dari 82 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi.

Pantauan satumalukuID sejak siang hingga sore tadi, pemilik bangunan terbakar tampak mulai membersihkan reruntuhan rumah. Mereka terlihat mengungsi di masjid Al-Mustafa, kawasan tersebut.

Puluhan unit tenda pengungsian juga mulai terlihat dibangun Kementerian Sosial, dan Kepolisian. Tenda berdiri di atas di lahan kosong, bekas terminal mobil lintas Pulau Seram, kawasan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tenda milik Kementerian Sosial berukuran sekitar 4×4 meter. Sedangkan milik polisi 3x5 meter.

“Ada sekitar 21 buah tenda yang akan kami bangun untuk pengungsi,” kata salah sati pegawai dinas sosial Kota Ambon ditemui satumalukuID di TKP, sore ini.

Setiap tenda, kata dia, rencananya akan dihuni oleh sebanyak 2 KK. Hal ini dilakukan lantaran untuk mencegah penyebaran coronavirus. Padahal, biasanya setiap tenda mampu dihuni 4 KK.

“Nanti kita lihat selanjutnya. Tergantung keputusan pemerintah,” sebutnya.

Selain tenda pengungsian, 6 unit tangki air berukuran 2.000 liter berisi air bersih telah didatangkan Kementerian PUPR di lokasi pengungsian.

“Ada 5 untuk air bersih dan 1 untuk tempat cuci tangan untuk mencegah corona,” ungkap salah satu pegawai PUPR kepada satumalukuID.

Sementara itu, Penjabat Negeri Batu Merah Fenly Masawoy, mengaku, dari data yang diterima, tercatat sebanyak 73 unit bangunan ludes terbakar.

“Jumlah yang kami terima dari 2 ketua RT itu ada 73 unit bangunan yang terbakar. Kebanyakan kos-kosan. 82 KK atau 634 jiwa mengungsi saat ini,” ungkap Fenly.

Di lokasi pengungsian, juga tampak posko kesehatan yang dibangun dari Dinas Kesehatan Kota Ambon. Sejumlah pengungsi juga mulai diperiksa.

Sejumlah bala bantuan pangan juga terlihat mulai berdatangan dari para donatur. Salah satunya terlihat anggota DPRD Provinsi Maluku, Rofik Akbar Afifudin. Hingga sore pukul 18.00 WIT, beberapa tenda pengungsi masih terus dibangun.

Dua orang korban terbakar masih berada di ruang mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui Ambon. Mereka adalah Rifai (38), tukang gerobak dan temannya Aldi (30).

Dua korban yang terjebak dalam kobaran api diduga karena sedang tertidur pulas. Satu diantaranya baru diketahui identitasnya yaitu Aldi.

Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Tapi berdasarkan sejumlah saksi mata mengaku titik api diduga berasal dari rumah kontrakan, tepat di kamar Irvan dan Munira, pasangan suami istri.

Kebakaran naas itu dapat teratasi setelah 5 unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Ambon datang pukul 05.15 WIT. Dibantu 1 unit mobil tangki air milik PMI Kota Ambon, api berhasil dipadamkan. Proses pemadaman dibantu warga sekitar maupun aparat TNI dan Polri. Si jago merah mampu diatasi pukul 08.30 WIT.

Pasca insiden itu, Kapolda Maluku Irjen Pol. Baharudin Djafar, didampingi Kapolresta Pulau Ambon, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, dan Dandim 1504 Pulau Ambon Kolonel Kav. Cecep Sutandi langsung meninjau lokasi kebakaran. Mereka turut memberikan belasungkawa dan duka cita atas kejadian tersebut.

Di temui di TKP, Kapolresta Pulau Ambon Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, mengaku, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Penyebab kebakaran masih diselidiki. Termasuk memeriksa pasangan suami istri yang diduga titik api berasal dari dalam kamar mereka.

“Masih diselidiki. Dugaan sementara api berasal dari kamar yang terdapat korban jiwa itu,” pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!