Sekilas Info

MENGATASI VIRUS CORONA

4.000 Rapid Test dan Alat Pelindung Diri dari Bahaya Coronavirus Tiba di Kota Ambon

Foto: satumalukuID/Freepik.com Ilustrasi Alat Pelindung Diri (APD) dari bahaya Covid 19.

satumalukuID- Ketua Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengaku, sebanyak 4.000 alat Rapit Test dan Alat Pelindung Diri (APD) telah tiba di Kota Ambon.

Rapit Test, alat tes corona dan APD untuk dipakai dokter maupun para perawat pasien Covid-19 di Maluku yang masuk masing-masing berjumlah 2.000 buah.

"Sebanyak 2.000 rapid test sudah (sampai). Yang ada itu APD 2.000 dan rapid test juga sekitar 2.000," ungkap Kasrul kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Minggu (29/3/2020).

Lalu bagaimana penggunaan alat Rapid Test nanti, tambah Kasrul yang juga merupakan Sekda Maluku ini, mengaku telah dihitung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Sehingga mana yang rentan akan diprioritaskan.

Kasrul mengaku, Dinas Kesehatan telah mengetahui siapa-siapa saja yang rentan untuk di tes terlebih dahulu menggunakan alat Rapid Test.

"Terutama bagi tenaga medis itu keluarganya di rumah. Itu yang kita tes dulu. Setelah itu, baru adik-adik dong juga (wartawan), yang setiap hari pergi meliput, kan rentan juga. Kalau yang diam-diam di rumah tidak apa-apa. Kan barang juga terbatas," sebutnya.

Ribuan alat Rapid Test yang telah masuk tersebut juga akan didistribusikan ke Kabupaten/Kota. Jumlahnya berapa, lanjut Kasrul, juga akan dihitung oleh Dinas Kesehatan.

Kasrul mengaku, rapid test hanya merupakan alat untuk pemeriksaan awal. Jika selama sepekan yang dites negatif, maka akan dilepaskan.

"Tapi kalau dia positif maka harus dikonfirmasi dulu ke Labkes (Laboratorium Kesehatan) untuk memastikan hasilnya," jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan APD yang juga telah tiba, kata Kasrul, akan digunakan oleh para perawat yang menangani pasien Covid-19.

Mereka yang akan memakai APD dari atas sampai ke bawah adalah para perawat yang bersentuhan langsung dengan pasien. Diantaranya mengambil spesimen Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun melayani yang sudah positif.

"Kalau cuma yang ambil data, masker saja sudah cukup. Kalau statusnya naik, dia (petugas medis) pakai masker dan sarung tangan," jelasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!