Sekilas Info

Usai Minta Rokok, Orang Dengan Gangguan Kejiwaan di Ambon Ditemukan Tewas Gantung Diri

Foto: satumalukuID/Embong Ilustrasi korban.

satumalukuID- Sebelum ditemukan tewas gantung diri, Jumat (27/3/2020) pukul 16.40 WIT, La Iha sempat meminta rokok dari tetangganya ibu Saulia, warga Kota Jawa, Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Hanya berselang 20 menit setelah Saulia mengaku tak punya rokok, pria 37 tahun yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan ini, dikabarkan meninggal dunia secara mengenaskan di dalam kamar rumahnya.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, menjelaskan, berdasarkan keterangan Idih, paman korban, mengaku mengetahui peristiwa itu dari Ullu, tetangganya.

Lelaki 47 tahun ini langsung menuju TKP dan mendapati korban benar sedang tergantung tak bernyawa. Korban kala itu mengenakan baju lengan panjang bercorak garis warna hitam dan abu-abu. Dia juga menggunakan celana panjang warna biru.

"Saksi melihat leher korban terikat dengan menggunakan kain warna putih bercorak hijau. Kain itu di ikat  pada kayu bentangan atap rumah tepatnya di atas tempat tidur korban," kata Kaisupy.

Melihat ponakannya meregang nyawa dengan cara tragis, Idih langsung melaporkan kasus itu ke polisi. Dia mendatangi Markas Polsek Teluk Ambon, tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara itu, Saulia, tetangga korban, mengaku bahwa dirinya sempat bertemu almarhum yang membuka kaca jendela kamarnya untuk meminta rokok.

Ibu rumah tangga berusia 48 tahun ini kala itu menyampaikan kepada korban bahwa dirinya tidak memiliki rokok. Bahkan, Saulia hanya mengaku ada uang koin.

Ditawarkan uang koin, korban kemudian memilih pulang ke rumah. Tak lama berselang, ibu korban Wa Tina berteriak histeris.

Mendengar teriakan ibu korban, Saulia bergegas mendatangi TKP. Dia melihat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung.

"Keluarga mengakui korban mengalami gangguan kejiwaan. Keluarga korban juga menolak otopsi dan sudah menandatangani surat penolakan otopsi," pungkasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!