Sekilas Info

MENGATASI VIRUS CORONA

Sekda Maluku Sebut OPD Merasa Dikucilkan dan Didiskriminasi, Gara-gara Stigma di Masyarakat

Foto: satumalukuID/Humas Pemprov Maluku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mendapat semprotan disinfektan, saat meninjau 14 OPD yang sementara dikarantina di Badan Diklat Maluku, kawasan Wailela, Kota Ambon, Kamis (26/3/2020). 

satumalukuID - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang menyebutkan, selain informasi hoax, penilaian masyarakat terhadap Orang Dalam Pengawasan (ODP) juga menjadi perhatian pihaknya.

"Salah satunya adalah perlakuan untuk tidak bersentuhan langsung dengan ODP. Stigma atas pandangan tersebut sudah beredar luas di masyarakat. Akibatnya para ODP merasa dikucilkan, atau mendapat perlakuan diskriminatif," ujar Kasrul yang juga adalah Sekretaris Daerah Provinsi Maluku ini, saat berkunjung ke lokasi karantina di Badan Diklat Maluku, kawasan Wailela, Kota Ambon, Kamis (26/3/2020).

Pada kunjungan untuk melihat secara langsung ODP Covid-19 yang sementara dikarantina pada tempat tersebut, Kasrul didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPDSM) Provinsi Maluku Hadi Sulaiman, dan Plt. Kabiro Humas dan Protokol Setda Maluku Melky Lohy.

Sebanyak 14 ODP yang dikarantina di Badan Diklat ini, adalah rekan dari Pasien 01 (positif Covid-19) di Ambon, yang sebelumnya menginap pada Hotel Amaris, Kota Ambon.

Selain mengunjungi dan berdialog dengan para ODP, Sekda yang datang juga bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI), yang tergabung dalam Gugus Tugas, ikut melakukan sterilisasi dengan menyemprot disinfektan ke seluruh ruangan asrama maupun perkantoran BPSDM Maluku.

Menurut Kasrul, seluruh lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) kementerian di daerah ini, yang memiliki asrama, akan digunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku sebagai tempat untuk karantina.

"Tentunya dibarengi dengan sosialisasi ke masyarakat sekitar. Jangan sampai masyarakat sekitar pun merasa tidak aman. Rasa aman inilah yang perlu kita jelaskan ke masyarakat," tandasnya.

Bila melihat daerah lain, lanjut Kasrul, trend penyebaran Covid-19 selalu naik, namun kembali turun. Apabila trend kasus meningkat drastis, dia mengakui pihaknya bakal kewalahan, baik dari aspek prasarana, sumberdaya manusia, maupun aspek lainnya.

"Tapi kalau trendnya naik pelan-pelan, masih bisa kami atasi," ujarnya optimis.

Pada kunjungan ini, salah satu ODP berinisial JO (30), menanyakan prosedur pemeriksaan sampel. Sebagaimana diketahui, sampel ini, diketahui telah dikirim Gugus Tugas Maluku ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.

"Ternyata harus dua kali ambil. Kalau misalnya hasil pemeriksaan sampel yang pertama negatif, masih harus ada satu kali pengambilan sampel lagi untuk memastikan. Jadi memang prosedur kesehatannya seperti itu," terang Kasrul.

Meski begitu, Kasrul meminta agar para ODP ini tidak perlu merasa khawatir. Segala kebutuhan mereka selama dikarantina, akan difasilitasi oleh Gugus Tugas melalui BPSDM Maluku.

"Selama berada di sini, adik-adik tidak perlu khawatir. Kalian difasilitasi," tutur Kasrul menyemangati para ODP.

Terkait kapan hasil pemeriksaan sample diketahui, Kasrul katakan, semestinya hasil pemeriksaan sampel pada hari ketiga, sudah bisa diketahui hasilnya. Hanya saja karena yang mau diperiksa jumlahnya ribuan sampel dari berbagai daerah di Indonesia, membuatnya harus menunggu dalam daftar antrian.

"Kita punya kelemahan itu, hari ketiga sudah bisa tahu (sampel sudah diterima). Mungkin karena antrian di sana. Kan puluhan ribu sampelnya itu. Jadi kita sangat tergantung di sana memang," jelasnya.

Biarpun begitu, Kasrul meyakinkan, bahwa permasalahan ini telah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo, saat Gubernur Maluku Murad Ismail melakukan rapat terbatas melalui video conference dengan presiden, beberapa hari lalu.

"Persoalan kita di situ. Sampel cuma diperiksa di Jakarta, Surabaya, dan Jogjakarta. Makassar pun belum ada. Adik-adik lama di sini karena kita tunggu sampel. Padahal sampel itu dua hari (pemeriksaan) saja. Mungkin kita jauh dan antriannya mungkin banyak, jadi kita belum dapat hasilnya," jawab Kasrul lagi.

Selama dikarantina di BPSDM, para OPD ini menempati ruangan asrama di gedung bagian belakang lantai II Kantor Badan Diklat Maluku.

Sementara itu, data update Covid-19 di Provinsi Maluku per pukul 12.00 WIT tanggal 26 Maret 2020 dari Gugus Tugas Maluku, mencatat 1 orang positif, 4 orang PDP, dan 98 ODP. Pasien dalam status positif Covid-19 yang kini diisolasi dan dirawat di RSUD dr. Haulussy juga telah menunjukkan perubahan yang semakin membaik.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!