Sekilas Info

PENYELUNDUPAN MERKURI

Sempat Berusaha Kabur, Dua Penyelundup Merkuri Akhirnya Serahkan Diri ke Polres Pulau Buru

ilustrasi penjara

satumalukuID- Dua Anak Buah Kapal (ABK) KLM. Cahaya Baru yaitu La Basri dan La Abidin, yang sempat kabur saat disergap polisi di perairan laut Kabupaten Buru Selatan, akhirnya menyerahkan diri ke aparat Polres Pulau Buru.

Mereka bersama Zainudin, nahkoda kapal yang menyelundupkan merkuri seberat 1.775 Kg dan dibekuk pertama kali, telah ditetapkan sebagai tersangka. Tiga pelaku itu melanggar UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara. Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp. 10 miliar.

Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol. Harun Rosyid kepada wartawan mengatakan, tiga ABK KLM Cahaya Baru ini hendak menyelundupkan merkuri alias air raksa ke Bau-Bau, Sulawessi Tenggara.

Proses penyelundupan tersebut diketahui sudah berlangsung sebanyak 2 kali. Kali ke dua, penyelundupan bahan kimia berbahaya ini baru berhasil dicegat.

Penyelundupan merkuri digagalkan setelah Kapal XVI-1008, Pos Sandar Pol Airud Pulau Buru, melaksanakan operasi patroli rutin, Senin (23/3/2020). Kapal asal Bau-Bau ini mengangkut barang ilegal itu dari Desa Iha dan Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Usai pemuatan, tim menerima informasi dari masyarakat terkait penyelundupan bahan kimia tersebut. Pengintaian kemudian dilakukan. Sempat terjadi kejar-kejaran. Tembakan peringatan beberapa kali sudah dilepas. Sayang, kapal layar motor ini terus bergerak. Akhirnya tembakan arahan body kapal pun dilakukan.

Kapal berhasil dihentikan di perairan laut Ambalau, Kabupaten Buru Selatan. Kala itu, dua ABK yang akhirnya menyerahkan diri berhasil melompat ke laut dan berenang ke tepian.

"SOP sudah kami lakukan. Kapal berhenti dalam kondisi bocor. Zainuddin (nahkoda) diamankan bersama 1.775 Kg merkuri. Sementara, KLM Cahaya Baru diamankan di Desa Simi, Kecamatan Wamsisi, Kabupaten Busel," jelasnya.

Harun mengaku memberikan apresiasi terhadap tiga anak buahnya. Dia mengaku mereka menjalankan tugas secara profesional. Atas tindakan tiga anak buahnya itu, diakui telah disampaikan kepada Kapolda. Harapannya mereka bisa diberikan reword.

"Ini termasuk BB (barang bukti).yang sangat besar. 1 Kg itu harganya itu Rp. 1 juta lebih. Jadi, ini prestasi. Akan saya laporkan kepada Pak Kapolda nantinya," tutup dia.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!