Sekilas Info

MENGATASI VIRUS CORONA

Penumpang Pesawat yang Tiba di Ambon Belum Langsung Diisolasi

Foto: satumalukuID/Embong Salampessy Para penumpang melewati alat thermo scanner yang mendeteksi suhu tubuh penumpang untuk mencegah penyebaran COVID-19, di Bandara Pattimura Ambon.

satumalukuID - Meski Gubernur Maluuku Murad Ismail, Selasa (24/3/2020) kemarin, sudah menegaskan bahwa akan semakin memperketat pintu masuk termasuk bandara, dengan cara orang yang datang dari luar Maluku wajib diisolasi selama 14 hari di tempat yang disediakan, namun di Bandara Pattimura Ambon, suasannya masih seperti hari-hari sebelumnya.

“Sejauh ini belum dilakukan langsung isolasi kepada para penumpang yang datang,” ujar Humas Bandara Pattimura, Meizar Reza, kepada satumalukuID, Rabu (25/3/2020).

Menurut Meizar, saat ini yang dilakukan Bandara dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas (KKP) II Ambon, hanya mendata setiap penumpang yang masuk, serta riwayat perjalanannya beberapa hari ke belakang dengan formulir Health Alert Aard (HAC).

Dia menyebutkan, lokasi-lokasi contact area dengan penumpang juga disterilkan dengan  disinfektan. Begitu juga di setiap pesawat, sebelum dinaiki penumpang terlebih dahulu disemprot dengan disinfektan.

“Pada dasarnya kami hanya fasilitator. Kami hanya membantu tugas KKP, karena terkait penanganan ini wewenang mereka. Yang kami lihat sejauh ini di lapangan, apa yang dilakukan sudah dilaksanakan sesuai surat Penetapan Status Karantina untuk Kapal atau Pesawat dari Wilayah Terjangkit di Indonesia,” tuturnya.

Surat yang dimaksud Meizar, yakni menyangkut Penetapan Status Karantina untuk Kapal atau Pesawat yang berasal dari Wilayah Terjangkit di Indonesia, yang dikirimkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia.

Pada surat yang ditandatangani Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, drg. R. Vensya Sihotang, M.Epid ini, disebutkan bahwa sehubungan dengan upaya penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), maka sesuai dengan Undang-Undang No 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan, pihaknya menginstruksikan beberapa hal kepada petugas Karantina Kesehatan di Pintu Masuk.

“Setiap kapal yang datang dari luar negeri atau wilayah terjangkit di dalam negeri, berada dalam status Karantina dan wajib memberikan Maritime Declaration of Health (MDH),” ujar Vensya, dalam poin pertama instruksinya.

Poin selanjut dia menegaskan, setiap pesawat udara yang datang dari Bandar Udara wilayah yang terjangkit, berada dalam status karantina dan wajib memberikan dokumen Health Part of the Aircraft General Declaration (HPAGD).

Poin ketiga, Vensya meminta setiap orang yang datang dari negara dan/atau wilayah di dalam negeri, yang terdapat kasus Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia, maka sesuai pasal 39 ayat 1 Undang-undang No 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan perlu dilakukan antara lain:

  • Penapisan dengan cara melakukan pengukuran suhu tubuh penumpang
  • Pemberian kartu kewaspadaan kesehatan/Health Alert Card (HAC)
  • Melakukan pemberian informasi tentang cara pencegahan dan pengobatan
  • Melakukan pengambilan spesimen pada orang yang dicurigai terinfeksi.

“Keempat, melakukan koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan dan Bandara serta instansi terkait lainnya, guna memperlancar pelaksanaanya,” tutur Vensya.

Selanjutnya, yang terakhir, lanjut dia, memastikan agar dalam pelaksanaannya petugas karantina melakukan sesuai SOP yang berlaku, dan memperhatikan perlindungan kesehatan terhadap dirinya.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!