Sekilas Info

Dampak Virus Corona, Kondisi Kota Ambon Sepi, Aktifitas Warga di Luar Rumah Berkurang

FOTO: Nvi Pinontoan Suasana di Jalan Diponegoro, Urimesing, Ambon, yang terlihat lengang di siang hari pada Selasa (24/3/2020).

satumalukuID - Situasi dan kondisi aktifitas masyarakat, bisnis, hiburan serta kuliner di pusat Kota Ambon menurun jauh terutama di malam hari.

Suasana ini terjadi, pasca dipastikannya satu pasien dalam pengawasan terduga terkena virus Corona (Covid 19) di RSUD Dr Haulussy Kudamati Ambon positif mengidap virus tersebut.

Pasien tersebut bukanlah warga ber KTP Ambon, namun datang dari Bekasi Jawa Barat bersama belasan peserta lainnya untuk ikut kegiatan dan menginap di hotel Amaris kawasan Urimesing Ambon.

Dampak dari positifnya pasien itu, Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku menyatakan status tanggap darurat, termasuk meliburkan sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Disusul Pemprov Maluku meliburkan para pegawai serta Rektor Unpatti mengistirahatkan aktifitas perkuliahan di kampus terbesar di Maluku itu.

Akibat dari kondisi darurat tersebut ditambah keluarnya Maklumat Kapolri tentang keamanan dan ketertiban kemasyarakatan suasana aktifitas warga Kota Ambon terpantau menurun jauh baik siang maupun malam.

Situasi itu terasa sekali terpantau di pusat-pusat bisnis, hiburan dan kuliner terutama di malam hari seperti jalan Diponegoro kawasan Urimesing, Trikora, AM Sangadji, AY Patty, Said Perintah Paradise, jalan Tulukabesy Mardika, Pattimura serta seputaran Lapangan Merdeka dan sekitarnya.

Pantauan media ini di beberapa kawasan tersebut sejak Sabtu malam (21/3/2020) hingga Selasa malam (24/3/2020), terutama di kawasan Urimesing, Trikora, AM Sangadji, AY Patty, Pattimura dan sekitarnya yang merupakan pusat bisnis, hiburan dan kuliner di malam hari terlihat sangat sepi.

Kawasan yang biasanya sebelum tanggap darurat wabah Covid19 melanda Ambon dan sekitarnya, selalu menggeliat dan ramai hingga pukul 03.00 WIT dinihari, terpantau sudah sepi mulai pukul 22.00 WIT.

Jalanan pun menjadi lengang. Bahkan di depan hotel Amaris pun yang biasanya padat kendaraan dan macet tidak terlihat lagi karena hotel itu sedang diisolasi dan tidak menerima tamu lagi.

Resto KFC yang berada di sampingnya juga sepi pengunjung termasuk di seberang jalan Mister Kopitiam, resto Imperial, diskotik dan karaoke Blitz serta resto dan karaoke lainnya, kuliner di tenda makanan pun sepi pengunjung.

"Omset menurun jauh. Pembeli sedikit sekali, jalanan sepi lagi," ungkap Ma Tati Aipassa, pemilik tenda nasi kuning.

Hal yang sama pun diakui Mina Hattu, penjual nasi goreng cakalang serta Eko dan Tetta yang membuka tenda jualan ayam goreng dan Coto makassar.

Terkait aktifitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat, terpantau Dinas Perdagangan Maluku dan aparat kepolisian melakukan sidak dan pantauan stok dan harga yang mulai menipis dan melambung naik.

Sementara itu, Pemprov Maluku telah memperpanjang status tanggap darurat bencana virus Corona sampai tanggal 29 Mei 2020. Sebelumnya status tanggap darurat diberlakukan sejak tanggal 18-31 Maret 2029.

Perpanjangan status tersebut berdasarkan SK Gubernur Maluku, Murad Ismail, Nomor 148 tanggal 21 Maret 2020.

Manager hotel Amaris Ambon, Firman kepada pers menyatakan, terhitung mulai Senin (23/3/2020) pihaknya sudah menutup operasional hotel untuk sementara. (NP)

Penulis: M-15
Editor:Redaksi

Baca Juga

error: Content is protected !!