Sekilas Info

Social Distancing Diberlakukan di Feri Trayek Hunimua – Waipirit, Penumpang Duduk Tidak Berdekatan

Pelabuhan Feri Hunimua, Liang, Ambon

satumalukuID - Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku memberlakukan aturan "social distancing" (menjaga jarak sosial) di trayek penyeberangan Hunimua, desa Liang, pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah - Waipirit, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pergi - pulang dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID - 19.

Kepala Dishub Maluku, Ismael Usemahu, dikonfirmasi, Senin (23/3/2020), membenarkan, diberlakukannya "social distancing" karena hingga 22 Maret 2020 tercatat di Kota Ambon satu orang positif terinfeksi virus COVID -19, satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan enam Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sementara di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 26 ODP, Kabupaten Buru 10 ODP, Kabupaten Kepulauan Aru enam ODP, Kabupaten SBB tiga ODP dan Kota Tual dua ODP.

Sedangkan, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Buru Selatan belum ada temuan.

"Jadi tidak benar aktivitas penyeberangan Hunimua - Waipirit ditutup operasionalnya karena dampak COVID - 19, tetapi diberlakukan 'social distancing' sebagai langkah mengantisipasi penyebaran virus tersebut," ujarnya.

Menurut Ismael, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT. ASDP  Cabang Ambon untuk pemberlakukan 'social distancing' sehingga mulai diterapkan pada 23 Maret 2020.

"Kami mengatur agar antrian kenderaan, baik roda dua maupun empat/enam tidak menumpuk, jarak duduk i ada selingan kursi dan kapasitas muat dibatasi," katanya.

Karena itu, masyarakat hendaknya tidak panik dengan pemberlakukan "social distancing' karena bertujuan untuk mengantisipasi penularan virus COVID -19.

"Masyarakat hendaknya memahami kebijakan yang ditempuh pemerintah karena tujuannya untuk mencegah penularan virus COVID -19 ke daerah lainnya di Maluku," tandas Ismael.

Sedangkan,  Ketua Gugus Tugas Pencepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang, mengemukakan, melonjaknya ODP itu dipengaruhi warga Maluku yang bepergian dan setelah kembali ke daerah masing - masing berdasarkan alat pengukur suhu tubuh maupun pengawasan petugas Puskesmas yang intensif melakukan tugasnya.

"Jadi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 di masing - masing Kabupaten/Kota di Maluku diefektifkan kerjanya dengan Pemkab/Pemkot telah siap dengan ruangan isolasi dan melakukan observasi dengan dukungan peralatan maupun Alat Pelindung Diri (ADP)," katanya.

Disinggung dananya itu penanganan virus Covid - 19, dia menjelaskan, diusulkan sebesar Rp3,5 miliar.

"Dana tersebut juga didukung Kemenkes dengan memberikan berbagai bantuan untuk penanganan maupun antisipasi penularan virus Covid - 19 di Maluku," ujar Kasrul.

Penulis:

Baca Juga

error: Content is protected !!