Sekilas Info

ANTISIPASI VIRUS CORONA

Pimpinan Umat Beragama di Maluku Sepakat Sementara Tiadakan Ibadah Rutin di Rumah Ibadah

satumalukuID/Petra Josua Gereja Maranatha Ambon

satumalukuID- Mengantisipasi meluasnya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Ambon dan sekitarnya, para pimpinan umat beragama di Provinsi Maluku sepakat untuk pelaksanaan ibadah rutin di masjid, gereja dan tempat ibadah lainnya, dihentikan sementara waktu. Rutinitas ibadah tersebut dapat dilakukan di rumah masing-masing umat beragama.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Agama Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis, kepada wartawan dalam konferensi pers pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (23/3/2020).

Kesepakatan bersama itu, kata dia, diambil pasca penetapan pasien 01 Covid-19 di Kota Ambon sejak kemarin, Minggu (22/3/2020). Hadir dalam penetapan kesepakatan adalah Ketua MUI, Uskup Amboina, Ketua Majelis Pekerja Harian Sinode PGI, Walubi dan PHDI.

Kesepakatan bersama itu mengintruksikan kepada seluruh umat beragama di wilayah masing-masing terutama tokoh agama, imam, pendeta, dan pastor untuk senantiasa melakukan doa keselamatan bagi masyarakat Maluku, Bangsa dan Negara.

"Yang kedua, mengintruksikan kepada seluruh umat beragama untuk melaksanakan ibadah yang biasannya diadakan rutin seperti ibadah di masjid, kemudian ibadah hari minggu di gereja, agar ditiadakan, dan dilakukan di rumah masing-masing, dengan teknis pelaksanaannya akan dipimpin oleh tokoh-tokoh agama," tuturnya.

Terkait hari-hari besar keagamaan seperti Isra Miraj, Paskah, Nyepi, Bulan Ramadhan, dan Idul Fitri, juga diperintahkan untuk tidak dilakukan dengan cara mengumpulkan jamaah. Tapi sebaliknya dapat dilakukan di rumah bersama keluarga masing-masing.

"Jadi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak melalui jamaah di masjid dan gereja ditiadakan berdasarkan status Maluku saat ini yang sudah ada satu kasus positif corona," ungkapnya.

Sebagai orang beriman, lanjut Bugis, wabah ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

"Allah sebagai penyelamat, Allah SWT yang menurunkan penyakit dan mencabutnya, kita tetap melakukan pendekatan agama melalui doa dan dzikir," katanya.

Dengan adanya intruksi dari para pimpinan umat beragama ini, Bugis berharap berharap penyebaran Covid-19 dapat dihentikan.

"Kami harap himbauan dan instruksi ini dapat dilaksanakan oleh seluruh umat beragama di Provinsi Maluku dalam rangka penyelamatan dan keselamatan di Maluku," tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!