Sekilas Info

ANTISIPASI VIRUS CORONA

14 Rekan Pasien Positif Corona di Ambon Telah Diisolasi, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Maluku

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Kepala Dinas Kesehatan Maluku, dr. Meykal Pontoh

satumalukuID- Sebanyak 14 rekan Pasien 01 Corona Virus, kini telah diisolasi mandiri di Amaris Hotel, tempat mereka menginap. Status mereka masih dalam observasi.

Demikian kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meykal Pontoh, dalam konferensi pers penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Senin (23/3/2020).

"Mereka statusnya observasi karena orang sehat. Ketika mereka sudah diisolasi dan kalau mereka menimbulkan gejala, baru mereka dikategorikan sebagai Orang dalam Pengawasan (ODP). Tapi selama mereka belum ODP, mereka statusnya observasi ," kata Meykal kepada wartawan.

Meykal mengaku belasan rekan Pasien 01 itu bekerja di salah satu swalayan, kawasan Santika Hotel. Mereka langsung diisolasi pasca ditetapkan Pasien 01 Corona.

"Karena tadinya mereka pekerja di Hotel Santika ada pembangunan di sana. Begitu dinyatakan positif, langsung diisolasi, tidak boleh keluar lagi," terangnya.

Menurutnya, tim gugus tugas telah berkoodinasi dengan pihak yang mempekerjakan mereka. Ini agar untuk sementara waktu mereka diisolasi di Amaris Hotel. Namun jika mereka keluar dari hotel, maka lokasi isolasi mandiri telah disiapkan oleh Satgas.

"Kami sudah menyampaikan, kalaupun mereka dikeluarkan dari Amaris dan harus diisolasi, Pemda sudah menyiapkan tempatnya seperti di Diklat, ada 500 lebih tempat tidur, balai-balai yang dipersiapkan untuk mengawasi orang-orang yang berstatus ODP," jelasnya.

Amaris Hotel meminta dinas Kesehatan untuk memeriksa karyawannya. Namun kata Meykal, pemeriksaan akan dilakukan setelah dikategorikan terlebih dahulu.

"Memang itu yang harus kita periksa. Kita harus mengkategorikan dulu ada yang kontak erat dan kontak biasa," jelasnya.

Meykal menjelaskan, kontak erat seperti sekamar dengan Pasien 01. Sedangkan 14 rekan kerja itu, ternyata ada yang mereka baru ketemunya di bandara.

"Karena mereka ada dari beberapa daerah. Kontaknya itu hanya salaman. Kalau yang salaman ini kita masukkan dalam kontak rendah. Yang kontak erat itu yang sekamar termasuk perawat-perawat yang menerima pertama kali," jelasnya.

Untuk yang dinyatakan telah kontak erat dengan Pasien 01, kata Meykal, pihaknya telah mengambil spesimen mereka untuk di tes di laboratorium kesehatan di Jakarta.

"Spesimen yang diambil hanya yang kontak erat, itu baru dikirim sebentar (Senin, sore). Sementara yang ada banyak ini, karena kita harus mengidentifikasi cleaning servicenya, ojek onlinenya, kita akan lakukan screaning dengan menggunakan pemeriksaan RDT," ujarnya.

Meykal berharap, sehari dua, alat Rapid Test (RTD) sudah tiba di Kota Ambon. Sehingga mereka bisa langsung melakukan pemeriksaan terhadap para pekerja tersebut.

"Orang-orang ini (juga) sudah kita anjurkan isolasi rumah, jadi dia tidak keluar, dia membatasi untuk ketemu dengan orang lain dan di rumah pun dibatasi diri dengan orang rumah," jelasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!