Sekilas Info

KELOMPOKJAMBRET

Polisi Tembak Buronan yang Merupakan Pimpinan Kelompok Jambret di Ambon

Foto: satumalukuID/Ian Toisutta Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang (kiri) dan Kasat Reskrim AKP. Gilang (kanan) saat mengekspose pelaku jambret di Kota Ambon, Jumat (20/3/2020).

satumalukuID- Pelarian BP, seorang buronan yang merupakan pimpinan kelompok penjambretan di Kota Ambon, berakhir. Otak dari komplotan pelaku kejahatan ini terpaksa ditembak saat kembali mencoba kabur dari genggaman polisi. Satu butir timah panas bersarang di betis kaki kanannya.

Selain BP yang ditangkap saat bersembunyi pada rumah keluarga di BTN Passo Indah, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, polisi juga meringkus penadah lainnya yakni JU dan HO. Sehingga total komplotan penjambretan yang berhasil dibekuk berjumlah 10 orang. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang, menjelaskan, 10 orang komplotan kejahatan tindak pidana pencurian yang disertai kekerasan alias jambret ini adalah BP, YL, YH, LK, dan AMP. Mereka berperan sebagai pelaku penjambretan di 33 titik di Kota Ambon. Sementara VS, CM, RH, JU, dan HO berperan sebagai penadah atau penampung hasil kejahatan.

33 titik yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu 18 diantaranya berada di wilayah hukum Polsek Teluk Ambon, dan 15 TKP di Polsek Baguala. 18 TKP di Polsek Teluk Ambon terdiri dari 4 TKP di Poka, 6 di Jembatan Merah Putih, 3 di Depan Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, 2 di Wayame, 2 di Tikungan Kantor LIPI Ambon, dan 1 di Riang Tawiri.

“Untuk di wilayah hukum Polsek Baguala ada 15 TKP, diantaranya 10 di Passo dan 5 di Latta,” kata Leo kepada wartawan di Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Kota Ambon, Jumat (20/3/2020).

Dari tangan mereka, tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polresta Pulau Ambon juga berhasil mengamankan barang bukti seperti 4 unit sepeda motor. Motor-motor ini dijadikan sebagai kendaraan dalam menjalankan aksi pencurian.

“Empat unit motor yang diamankan adalah Yamaha RXK warna hitam, Yamaha MX King warna merah, Honda Beat dan Honda Revo warna hitam biru,” tambah mantan Kapolres Pulau Buru ini.

Selain empat kendaraan “tempur” polisi juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan, diantaranya 1 unit Laptop Acer, 1 Toshiba, 2 unit notebook Acer dan 1 Asus. Ada juga 9 unit HP Samsung, 2 Asus, 1 Vivo, 1 Evercoss, 1 Advan, dan uang sitaan dari penadah sebesar Rp. 4.350.000.

“Para pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangkakan menggunakan Pasal 363 dan atau Pasal 362, Junto Pasal 55 KUHPidana, dan Pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman dari 4 sampai dengan 7 tahun penjara,” tandasnya.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!