Sekilas Info

Pelaku Pembunuhan Warga Haruku Ditembak di Kaki, Melawan Saat Hendak Ditangkap di Hutan

ilustrasi penjara

satumalukuID- Pelarian Jecky Mustamu alias Jibrael, berakhir di dalam hutan Kampung Lama, Negeri Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (21/3/2020) dini hari.

Jibrael terpaksa dilumpuhkan saat mencoba kabur dari tempat persembunyiannya. Kaki kiri preman kampung ini tertembus satu butir timah panas dari moncong laras pistol setelah mencoba berkelahi dengan anggota polisi.

"Sudah kami tangkap tadi pagi sekitar pukul 02.15 WIT. Penangkapan dalam hutan dipimpin Kapolsek Haruku Iptu Karimudin dan Kanit I Jatanras Satreskrim Polresta Ambon Ipda. M. Rasyid Ridho," kata Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy kepada wartawan.

Proses pengejaran Jibrael yang menebas leher DT pakai parang hingga meregang nyawa ini, dilakukan selama 2x24 jam. Tim pencari terdiri dari personil Polsek Pulau Haruku, Buser Polresta Ambon dan Resmob Polda Maluku.

Proses penangkapan dimulai setelah Kapolsek Haruku bersama tim melakukan briefing di Negeri Haruku pada Jumat (20/3/2020) pukul 22.00 WIT.

Usai briefing, tim yang berjumlah kurang lebih 20 orang ini masuk dalam hutan. Mereka menyisir sejumlah rumah pengungsian gempa tektonik beberapa waktu lalu.

"Tim tiba di hutan negeri lama Negeri Haruku pukul 02.00 WIT tadi, dan menemukan pelaku di salah satu rumah hutan milik warga," ujarnya.

Setelah ditemukan, Jibrael hendak kabur dengan cara melakukan perlawanan. Beruntung, bidikan pistol dari salah satu anggota tepat sasaran. Jibrael terkapar dengan luka tembak di betis kaki kirinya.

"Dia berusaha lari (kabur) dan melakukan perlawanan kepada petugas sehingga terjadi perkelahian dengan anggota, selanjutnya oleh personil dilakukan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan tersangka," kata dia.

Berhasil dibekuk, Jibrael langsung dilarikan ke Ambon untuk mendapat perawatan medis dan proses hukum selanjutnya di Markas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

"Pukul 03.25 WIT, tim melakukan pengawalan ketat dan membawa tersangka menuju tempat speedboat yang sudah disediakan. Dia dibawa ke Ambon," jelasnya.

Pembunuh sadis itu kini telah mendekam di rumah tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease di Kota Ambon.

"Kami kenakan Pasal 351 ayat (3). Sudah kami tahan," tandasnya.

Untuk diketahui, tersangka menebas leher DT usai acara perkawinan di Kompleks Sia, Dusun Soa Belanda, Desa Haruku, Kamis (19/3/2020) pukul 02.00 WIT.

Pria 41 tahun ini tewas diparangi Jibrael yang mabuk dan enggan ditegur saat mengamuk di depan rumahnya sendiri. Korban diparangi dua kali. Sebelum tutup usia, dia sempat berlari kurang lebih 300 meter dari depan rumah pelaku dan tersungkur hingga menghembuskan nafas terakhir di depan rumah Michael Mustamu.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!