Sekilas Info

ANTISIPASI VIRUS CORONA

ODP dan PDP di Maluku Terus Meningkat, Meykal: Bukti Kinerja Tim Medis Puskesmas Baik

Foto: satumalukuId/freepik.com Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

satumalukuID- Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Maluku, terus mengalami peningkatan.

ODP naik menjadi 27 orang. Sementara PDP jadi 2 orang dan kini dirawat di RSUD dr. M. Haulussy, Kota Ambon. Meski angkanya meningkat, masyarakat diminta tidak perlu khawatir. Sebab, peningkatan itu membuktikan bahwa tim medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) bekerja dengan baik, dalam memantau wabah pandemik tersebut.

"Tidak perlu dikhawatirkan karena Puskesmas sudah bekerja dengan maksimal, dalam menjaring orang-orang yang baru datang dari luar daerah, maupun dari daerah yang terkontaminasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Maluku dr. Meikal Pontoh kepada wartawan di sekretariat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19, di lantai 6 kantor Gubernur Maluku, Kota Ambon, Sabtu (21/3/2020).

Di katakan tim medis bekerja secara maksimal. Melihat angka kasus secara nasional meningkat signifikan, maka semua Kabupaten/Kota memberlakukan pemantauan ketat, kepada semua orang yang baru datang dari daerah terpapar atau tidak.

"Semua yang datang akan dipantau. Kita sudah putuskan bersama. Karena sekarang kita tidak bisa lagi harap dari thermoscan atau thermogun. Yang akan dilihat adalah pemantauan selama 14 hari setelah masuk di wilayah Maluku," ujarnya.

Peningkatan ODP dan PDP Corona ini terjadi pada beberapa daerah seperti Kota Ambon dan Kabupaten Buru. Kota Ambon kini menjadi 6 ODP dan 2 PDP. Sedangkan Buru meningkat menjadi 10 ODP.

"Untuk spesimen 2 PDP (di RSUD dr. Haulussy Ambon) rencananya akan dikirim ke Balibangkes Kemenkes besok," ungkap Meykal.

Selain Ambon dan Buru, sejumlah daerah lain di Maluku masih seperti biasa angkanya, yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 3 ODP, Kabupaten Kepulauan Aru 6 ODP dan Kota Tual 2 ODP.

"Untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang awalnya 1 ODP, sudah tidak ada lagi karena per hari ini sudah sembuh. Waktu evaluasinya kan 14 hari. Kemarin (Jumat) pemeriksaan terakhir dan sudah ada perbaikan sehingga tidak dilaporkan lagi," jelasnya.

Menyoal terkait hasil spesimen warga Bekasi yang telah dikirim sebelumnya, hingga kini, tambah Meykal, belum membuahkan hasil. Sebab, diduga masih banyak spesimen yang mengantri.

Persoalan antri itulah, lanjut Meykal, yang dibahas juga dalam rapat terbatas yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku beberapa waktu lalu.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy telah meminta agar Pemda Maluku dapat memfasilitasi pembelian alat uji cepat Covid-19 atau rapid test untuk dibagikan ke daerah-daerah.

"Mudah-mudahan apa yang disampaikan Pak Presiden, bahwa itu akan didistribusikan ke semua daerah bisa direalisasikan secepatnya," harap Meykal.

Penulis: Ian Toisutta
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!