Sekilas Info

RAJA HUTUMURI

Antisipasi Corona, Wali Kota Ambon Lantik Raja Negeri Hutumuri Freddy Benjamin Waas di Balai Kota

Foto: satumalukuID/Istimewa Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, resmi melantik Freddy Benjamin Waas sebagai Raja (Kepala Pemerintah) Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), masa jabatan 2020-2026, pada Jumat (20/3/2020). 

Ambon, Gatra.com - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, resmi melantik Freddy Benjamin Waas sebagai Raja (Kepala Pemerintah) Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel), masa jabatan 2020-2026, pada Jumat (20/3/2020).

Situasi mengharuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk menyesuaikan dengan kondisi mewabahnya Corona Virus Dieses 2019 (COVID-19), yang membatasi kerumunan banyak orang, menyebabkan acara pelantikan digelar di Balai Kota Ambon.

Itu sebabnya, Wali Kota Richard menyampaikan permohonan maaf karena pelantikan tidak terjadi secara formal berlangsung di Baileo (rumah adat) Negeri Hutumuri. Namun hal itu sama sekali tidak mengurangi nilai hikmat, kesakralan dan formalitas dalam prosesi pelantikan.

Pelantikan secara pemerintahan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Ambon Nomor 156/2020 tertanggal 12 Maret 2020 ini, berlangsung di ruang Unit Layanan Administrasi Pemerintah Kota Ambon.

Pelantikan Waas sekaligus mengakhiri masa kerja Marcus Korselly dari penjabat Kepala Pemerintah Negeri Hutumuri yang bertugas sekira 1 tahun 3 bulan.

"Walau (pelantikan raja) Hutumuri terlambat, tapi kita berupaya meletakkan tatanan adat istiadat dan budaya di Kota Ambon secara baik dan benar. Kita berupaya tidak buat kesalahan dalam menentukan struktur negeri adat,"ujar Wali Kota Richard dalam sambutannya.

Richard juga berharap, Freddy bisa membenahi negeri yang baru dipimpinnya ini, bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Hutumuri.

Richard juga mengingatkan terkait pengelolaan Dana Desa (DD) Negeri Hutumuri, agar dapat dimanfaatkan secara baik dan benar sesuai prosedur.

"Saya ingatkan, agar memanfaatkan Dana Desa secara baik. Jika tidak mengerti gunakan lah kesempatan untuk bertanya pada Pemkot terutama bagian keuangan. Jangan sampai mengambil kebijakan yang keliru, sehingga usia raja yang mestinya 12 tahun, justru jadi pendek. Saya minta itu diperhatikan betul untuk kepentingan Negeri Hutumuri," tandas Richard.

Menyinggung soal pesta usai prosesi pelantikan, Richrad mengimbau, sebagai bentuk empati terhadap kondisi Indonesia saat ini terkait penyebaran virus corona, sebaiknya masyarakat Hutumuri tidak menggelar pesta.

Sedangkan terkait keberatan dari pihak keluarga yang memiliki hak sama sebagai mata rumah parenta, yang merasa berkeberatan dengan pelantikan Raja Negeri Hutumuri ini, Richard mempersilakan agar mengajukan gugatan ke PTUN.

Dia mengakui, bahwa pihak yang dilantik dan pihak yang berkeberatan, memang memiliki hak yang sama bisa sebagai Raja Negeri Hutumuri. Namun mengingat prosesnya telah berjalan, dan masih dalam prosedural, maka pelantikan ini juga dibenarkan.

"Dua pihak memiliki hak yang sama untuk bisa menjadi Raja Negeri Hutumuri. Untuk itu saya sudah menganjurkan kepada keluarga yang merasa dirugikan, agar mengajukan gugatan secara administratif pada PTUN," terangnya.

Menurut Richard, Pemkot Ambon telah memiliki referensi yang sangat akurat tentang seluruh mata rumah parenta yang ada di Kota Ambon. Karena itu, jika Saniri mengajukan yang tidak sesuai dengan referensi itu, maka pihak Pemkot Ambon akan melakukan pendampingan agar Saniri tidak melakukan kesalahan bagi generasi yang akan datang.

"Dan Hutumuri, memiliki dua mata rumah parenta, Waas (patihusen) dan Tehupeiory. Dan kali ini, telah disepakati bersama, Waas diberikan kesempatan untuk menjadi raja pada periode ini. Sehingga apa yang dilakukan saat ini, tidak ada yang salah," tandas Richard.

Acara pelantikan Raja Hutumuri ini, ikut pula dihadiri Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler, Sekretaris Kota Ambon A. G Latuheru, anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, dan Pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemkot Ambon. Hadir juga Saniri Negeri Hutumuri, Gandong Hutumuri yakni dari Negeri Tamilouw dan Siri Sori, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama dari Negeri Hutumuri.

Penulis: Tiara Salampessy
Editor:Embong

Baca Juga

error: Content is protected !!